Melihat Jejak Kolonial Belanda di Puncak Pulo Breuh
- 31 Mei 2025 03:53 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh : Pulau Aceh, yang berada di Provinsi Aceh, Indonesia, tidak hanya dikenal lewat keindahan wisata baharinya yang menawan, tetapi juga karena nilai-nilai sejarah yang melekat di setiap sudut wilayahnya. Salah satu peninggalan sejarah yang masih berdiri tegak hingga kini adalah Mercusuar Willem Toren III, sebuah bangunan navigasi yang dibangun pada masa penjajahan Belanda.
Mercusuar ini terletak di Desa Meulingge, Pulo Breuh, Kecamatan Pulau Aceh, Kabupaten Aceh Besar. Ia menjadi simbol bisu dari kekuasaan kolonial Belanda yang dahulu menguasai wilayah paling barat Indonesia ini.
Dikenal pula sebagai Menara Willem Toren III, bangunan ini berdiri megah di puncak bukit. Menyajikan panorama laut lepas serta deretan pulau-pulau yang mengelilinginya.
Menurut informasi dari situs resmi Dinas Perhubungan Aceh, nama mercusuar ini diambil dari Willem Alexander Paul Frederik Lodewijk, seorang Raja Luksemburg yang memerintah pada rentang tahun 1817 hingga 1890. Memiliki ketinggian mencapai 85 meter dengan ketebalan dinding sekitar satu meter, struktur menara ini berbentuk silinder dengan sentuhan kuat arsitektur Belanda yang mencerminkan masa kolonial di Bumi Serambi Mekkah.
Pembangunan mercusuar ini dimulai pada tahun 1875 oleh pemerintah Belanda dengan tujuan memandu kapal-kapal yang berlayar melalui Selat Malaka, jalur pelayaran internasional yang sangat sibuk. Sebagai bagian penting dari sistem navigasi laut global, menara ini memiliki peran strategis.
Untuk mencapai puncaknya, pengunjung harus menapaki 168 anak tangga. Uniknya, menara serupa hanya ada tiga di dunia, yaitu di Aceh, Belanda, dan wilayah Karibia.
Hingga hari ini, mercusuar ini masih berfungsi aktif sebagai pemandu navigasi kapal yang melintas di perairan Samudra Hindia. Saat ini, pengelolaannya berada di bawah tanggung jawab Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut – Distrik Navigasi Kelas II Sabang.
Tidak hanya berperan dalam sektor pelayaran, mercusuar Willem Toren III kini juga menjadi tujuan wisata sejarah dan alam yang banyak diminati. Dengan keindahan alam sekelilingnya dan nilai sejarah yang terkandung, keberadaan mercusuar ini memperkaya daya tarik wisata Pulau Aceh.
Menara ini telah menjadi salah satu ikon sejarah maritim Indonesia yang penting. Selain itu sebagai saksi perjalanan kapal-kapal masa lalu, juga sebagai penanda arah masa kini yang terus menyala.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....