Komunitas HPI Aceh Tingkatkan Kualitas Pemandu Wisata

  • 15 Feb 2025 00:36 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Provinsi Aceh berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pemandu wisata di Aceh. Hal ini disampaikan oleh Muhajir S.E., M.Bus, Ketua DPD HPI Aceh dalam program Ngobras Pro 1 RRI Banda Aceh, Rabu (29/1/2025).

Muhajir menjelaskan HPI yang telah berdiri sejak tahun 1988, memiliki peran vital dalam membimbing anggotanya menjadi pemandu wisata yang profesional dan berkompeten. Ia mengatakan meski pada saat covid-19 melanda jumlah anggota berkurang, namun HPI tetap terus fokus meningkatkan kualitas SDM yang ada.

“Sebelum pandemi Covid-19, HPI Aceh memiliki lebih dari 430 anggota yang tersebar di 11 DPC (Dewan Pimpinan Cabang) di seluruh provinsi. Namun, pandemi menyebabkan penurunan jumlah anggota yang aktif, dengan hanya sekitar 150 anggota yang kembali mendaftar. Kini kami sedang berfokus pada pengembangan SDM agar siap menghadapi permintaan pariwisata yang terus berkembang,” ungkap Muhajir.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua II DPD HPI Aceh Mustifa Sebtawati, S.H., MCL mengatakan sebagai organisasi nirlaba, HPI Aceh tidak hanya fokus pada pemberian pekerjaan bagi anggotanya, tetapi juga pada peningkatan kemampuan mereka, terutama dalam kapasitas building dan penguasaan bahasa asing.

“Kami terus berusaha meningkatkan kualitas anggota melalui pelatihan dan sharing session. Program asistensi untuk anggota baru juga dilaksanakan sebagai bentuk pelatihan langsung dengan pemandu wisata senior,” ujar Mustifa yang akrab disapa Ibu Eva.

Ia mengungkapkan selain pengembangan kapasitas anggota, HPI Aceh juga aktif dalam memperkenalkan Aceh sebagai destinasi wisata yang aman, nyaman, dan ramah. “Kami ingin masyarakat luar negeri mengetahui bahwa Aceh adalah tempat dimana wisatawan disambut dengan hangat dan penuh dengan kekayaan budaya,” katanya.

Di akhir dialog, Mustifa menyampaikan HPI Aceh terus mengajak masyarakat khususnya perempuan bagi yang ingin bergabung di HPI, mengingat sektor pariwisata terus berkembang dan membutuhkan lebih banyak pramuwisata dari kalangan perempuan yang handal.

Dirinya juga berharap HPI dapat lebih mengenalkan pariwisata halal sebagai pilihan utama, dengan tetap menjaga adat istiadat dan syariat Islam yang berlaku di Aceh. “Dengan komitmen dan kerja sama, saya yakin pariwisata di Aceh akan berkembang dengan penuh manfaat dan menjaga nilai-nilai luhur daerah,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....