Ramadan Latih Empati dan Pengendalian Emosi Orang Tua

  • 10 Feb 2026 06:00 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Konselor PUSPAGA Banda Aceh, Lisdayani, M.Psi., menyebut tantangan utama pengasuhan anak selama Ramadan justru terletak pada kemampuan orang tua mengelola emosi dan ego pribadi, hal itu diungkap saat wawancara bersama RRI dalam dialog RRI Perempuan dan Anak, Senin 9 Februari 2026.

Ia mengatakan, perubahan rutinitas selama Ramadan sering memicu kelelahan fisik dan psikologis orang tua. Kondisi ini dapat berdampak pada meningkatnya konflik dengan anak jika tidak dikelola dengan baik. Menurut Lisdayani, orang tua perlu menurunkan ekspektasi dan menghindari sikap menyalahkan anak. Ia menekankan pentingnya melihat perilaku anak sebagai proses belajar, bukan pembangkangan.

Lisdayani menjelaskan, keterlibatan anak dalam tugas rumah tangga sejak dini dapat membentuk karakter tanggung jawab. Pembagian tugas sederhana menjelang berbuka dinilai efektif melatih kerja sama keluarga. Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan dialogis, terutama kepada anak remaja. Orang tua disarankan membuka ruang komunikasi tanpa menghakimi agar anak merasa aman untuk bercerita.

Dalam pandangannya, Ramadan seharusnya menjadi waktu memperbanyak empati, kesabaran, dan keteladanan. Orang tua diingatkan untuk memberi contoh melalui tindakan, bukan sekadar nasihat. Lisdayani menambahkan, pengasuhan yang hangat dan penuh penghargaan selama Ramadan berpotensi membentuk kebiasaan positif yang berlanjut setelah bulan suci berakhir.

Tantangan utama dalam pengasuhan di bulan puasa adalah mengelola ego dan emosi diri sendiri, menyikapi dinamika anak remaja, serta menjaga komunikasi yang sehat supaya suasana Ramadan di rumah tetap harmonis tanpa konflik yang bisa mengurangi kualitas ibadah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....