Gerakan Pemuda Subuh Aceh Bangun Karakter Generasi Muda

  • 29 Jan 2026 18:13 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Gerakan Pemuda Subuh (GPS) Aceh terus mendorong kebangkitan spiritual dan karakter generasi muda melalui dakwah berbasis salat subuh berjamaah. Gerakan ini dinilai menjadi ruang alternatif pembinaan pemuda yang relevan dengan tantangan pergaulan modern, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

Hal tersebut disampaikan Pembina Gerakan Pemuda Subuh Aceh, Ustaz Irhamullah Elmas’udy, M.Ag, dalam program Ngobras (Ngobrol Bareng Komunitas) yang disiarkan Pro 1 RRI Banda Aceh, Selasa malam (27/1/2026).

Ustaz Irhamullah menjelaskan, GPS Aceh bermula dari komunitas kecil anak muda yang rutin berkumpul sejak 2015. Awalnya, kegiatan tersebut hanya sebatas silaturahmi dan diskusi santai. Namun, pada 2017 komunitas ini bertransformasi menjadi sebuah gerakan dakwah dengan nama Gerakan Pemuda Subuh.

“Nama gerakan kami pilih agar dakwah ini tidak berhenti sebagai komunitas terbatas, tetapi menjadi gerakan luas yang mampu mengajak pemuda bangkit, terutama melalui subuh berjamaah,” ujar Irhamullah.

Menurutnya, waktu subuh dipilih karena memiliki nilai keberkahan sekaligus tantangan. Subuh dinilai sebagai waktu strategis untuk membentuk karakter disiplin, keteguhan iman, serta melahirkan ide-ide kreatif bagi generasi muda.

“Kalau anak muda bisa bangun subuh dan salat berjamaah secara rutin, insyaallah di waktu lain akan lebih mudah menjaga ibadah dan akhlaknya,” katanya.

GPS Aceh tidak hanya menggelar salat subuh berjamaah, tetapi juga menghadirkan kajian singkat, diskusi ringan, serta kegiatan “ngopi” bersama sebagai ruang bertukar gagasan. Konsep ngopi dimaknai sebagai ngobrol opini dan kritik, sehingga pemuda tetap bisa berdiskusi secara santai namun bermakna.

Dalam perjalanannya, GPS Aceh menghadapi tantangan utama berupa kebiasaan begadang dan rendahnya konsistensi pemuda dalam menjaga ibadah subuh. Untuk itu, pendekatan dakwah yang digunakan bersifat moderat dan merangkul.

“Kami tidak menghakimi. Dakwah ini kami jalankan dengan bahasa cinta, bukan bahasa vonis. Anak muda harus dirangkul, bukan dijauhkan,” jelas Irhamullah.

Selain kegiatan subuh, GPS Aceh juga menjalankan berbagai program pendukung, seperti dialog kepemudaan di warung kopi, aksi sosial GPS Peduli untuk korban bencana, kegiatan olahraga, hingga touring dakwah ke sejumlah daerah di Aceh. Kegiatan tersebut dirancang agar sejalan dengan minat dan gaya hidup generasi muda.

Gerakan ini mendapat respons positif dari masyarakat dan pengurus masjid, khususnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....