King Sejong Institute Dorong Pemahaman Budaya Korea
- 29 Jan 2026 17:35 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Ketertarikan masyarakat Aceh terhadap budaya dan bahasa Korea menunjukkan tren yang terus meningkat. Fenomena ini tidak hanya dipengaruhi oleh popularitas budaya pop Korea, tetapi juga oleh kesadaran akan pentingnya pemahaman lintas budaya di era globalisasi.
Media and Publicity Operator King Sejong Institute Banda Aceh, Riva Zahara, mengatakan bahwa minat belajar bahasa Korea kini datang dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Menurutnya, bahasa tidak dapat dipisahkan dari budaya yang melingkupinya.
“Belajar bahasa Korea tidak hanya soal tata bahasa dan kosakata, tetapi juga memahami nilai-nilai budaya, etika, dan cara berinteraksi masyarakat Korea dalam kehidupan sehari-hari,” kata Riva dalam siaran RRI Banda Aceh Siang, Kamis (29/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa pengenalan budaya menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran, seperti kebiasaan sosial, tradisi, hingga cara berkomunikasi yang menjunjung tinggi kesopanan dan hierarki. Pendekatan ini dinilai membantu peserta belajar lebih mudah memahami konteks penggunaan bahasa Korea secara tepat.
Sementara itu, Finance Operator King Sejong Institute Banda Aceh, Alfira Oksalina Shintha, menuturkan bahwa ketertarikan masyarakat Aceh terhadap bahasa dan budaya Korea juga didorong oleh peluang pendidikan dan kerja di tingkat internasional. Bahasa Korea kini menjadi salah satu keterampilan yang memiliki nilai tambah.
“Banyak peserta yang tertarik belajar karena melihat peluang beasiswa, studi lanjut, maupun kerja sama internasional yang membutuhkan kemampuan bahasa Korea,” ujar Alfira.
Ia menambahkan, belajar bahasa Korea sejak dini dapat membuka wawasan global sekaligus meningkatkan daya saing generasi muda Aceh. Selain itu, pemahaman budaya Korea juga berperan penting dalam membangun hubungan yang saling menghargai antarbangsa.
Melalui berbagai program pembelajaran dan kegiatan budaya, King Sejong Institute Banda Aceh berupaya menjadi ruang pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan. Upaya ini diharapkan dapat mempererat hubungan budaya antara Indonesia, khususnya Aceh, dengan Korea Selatan, sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih terbuka terhadap keragaman budaya dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....