Konektivitas Jadi Kunci Pemulihan Aceh Pascabencana
- 24 Jan 2026 22:55 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Pemulihan konektivitas menjadi tantangan terbesar dalam penanganan dampak bencana di Aceh. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan jembatan permanen dan penanganan longsor secara bertahap untuk memastikan jalur logistik kembali normal.
Kasatgas Percepatan Penanganan Darurat,Rehabilitasi & Rekonstruksi Pasca Bencana Aceh - Sumut - Sumbar (Kementrian PU), Ir. Arie Setiadi Moerwanto, MSc., PhD, menyebut pada Januari 2026 pembangunan dilakukan pada delapan jembatan dan 30 titik longsor di sejumlah kabupaten, di antaranya Pidie, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara.
“Rata-rata satu jembatan membutuhkan waktu delapan bulan, sementara penanganan longsor sekitar tiga bulan,” ungkap Arie saat diwawancara RRI dalam dialog Banda Aceh Menyapa Selasa (22/1/2026).
Selain itu, Kementerian PUPR juga memulihkan sistem air minum melalui perbaikan instalasi pengolahan air dan pembangunan sumur bor, serta membangun hunian sementara dan puskesmas modular bagi warga terdampak.
Arie menegaskan, apapun status kebencanaan yang ditetapkan pemerintah daerah, Kementerian PUPR akan terus memberikan layanan terbaik agar pemulihan berjalan dan ekonomi masyarakat kembali bergerak. “Kalau konektivitas, irigasi, dan air bersih pulih, maka sektor lain akan ikut bergerak. Itu kunci pemulihan,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....