Membangun Masa Depan UMKM Berbasis Komunitas

  • 04 Jan 2025 05:07 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh : Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam membangun perekonomian di Indonesia. Namun, di tengah peran strategis tersebut, pelaku UMKM masih menghadapi sejumlah tantangan yang kompleks dan dinamis.

Perkembangan teknologi dan globalisasi membuat persaingan di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) semakin sengit, produk lokal kini harus bersaing dengan produk luar negeri yang masuk melalui platform digital. Selain itu, pelaku UMKM dituntut untuk terus berinovasi agar produknya tetap relevan di pasar yang berubah cepat.

Ketua Komunitas Gerakan Usaha Perempuan Indonesia (GUPI) Aceh Mauliana mengatakan, UMKM perempuan di Aceh saat ini masih menghadapi kendala seperti keterbatasan modal dan akses pasar. “Langkah awal kami adalah mengidentifikasi tantangan yang dihadapi para ibu di desa binaan, kemudian memberikan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujar Mauliana, saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif bersama RRI, Kamis (2/1/2025).

Disebutkan Mauliana, GUPI Aceh terus memperkokoh langkah untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Organisasi ini berkomitmen memberdayakan perempuan yang belum memiliki usaha di berbagai wilayah Aceh.

Ia menegaskan bahwa program GUPI mencakup pelatihan teknis terkait produksi barang, pemasaran, distribusi, hingga pengelolaan usaha untuk memastikan keberlanjutan. Hingga saat ini, GUPI telah membangun komunitas di empat wilayah utama di Aceh, memanfaatkan bahan lokal untuk menciptakan produk yang inovatif.

Untuk mengatasi berbagai hambatan yang ada, GUPI menggelar bazar dan acara promosi, serta bekerja sama dengan pemerintah desa untuk mendukung penyediaan peralatan usaha melalui dana desa. Dengan memanfaatkan potensi lokal dapat menghasilkan produk unik yang memiliki daya saing tinggi.

Ke depan, GUPI berencana memperluas program dengan fokus pada pemasaran digital. “Kami ingin memastikan bahwa perempuan Aceh tidak hanya mampu memulai usaha tetapi juga memasarkan produk mereka ke pasar yang lebih luas,” tutup Mauliana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....