Raih 33 Suara, Nazir Adam Kembali Pimpin PSSI Aceh

  • 03 Okt 2026 21:09 WIB
  •  Banda Aceh

RTI.CO.ID, Sigli – Nazir Adam, SE, MM kembali terpilih sebagai Ketua PSSI Aceh periode 2026–2030 setelah meraih 33 suara dalam Kongres Biasa Pemilihan Ketua PSSI Aceh di Sigli, Kabupaten Pidie, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Nazir memperoleh 33 suara dari total 40 voter yang memiliki hak pilih. Sementara itu, tujuh voter lainnya tidak hadir dalam kongres yang diikuti perwakilan Asosiasi Kabupaten (Askab), Asosiasi Kota (Askot), dan klub sepak bola di Aceh tersebut.

Usai terpilih, Nazir Adam menyebut amanah yang kembali dipercayakan kepadanya sebagai tanggung jawab besar. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan sepak bola Aceh untuk bersatu dan bekerja sama menghadapi berbagai tantangan dalam memajukan sepak bola daerah.

"Amanah yang diberikan ini tentu sangat berat. Saya berharap mari kita berdayung bersama, jangan tinggalkan saya melangkah sendiri,” kata Nazir.

Ia menegaskan, perjuangan untuk membangun sepak bola Aceh baru dimulai setelah kongres. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen sepak bola untuk bergandengan tangan dan menjaga kebersamaan dalam menjalankan roda organisasi selama empat tahun ke depan.

Di sisi lain, Nazir meminta PSSI Pusat menghormati hasil kongres dan menindaklanjutinya sesuai statuta organisasi. Ia berharap perbedaan pendapat dalam proses pemilihan tidak berkembang menjadi konflik yang merusak persaudaraan di kalangan insan sepak bola Aceh.

“Sepak bola ini persaudaraan, sepak bola ini keluarga. Kita berharap PSSI Pusat tidak melakukan hal-hal yang dapat menyebabkan kita bertengkar di sini hanya karena perbedaan pendapat,” ujarnya.

Nazir menegaskan, seluruh proses organisasi harus berjalan berdasarkan statuta, bukan kepentingan tertentu maupun intervensi yang tidak memiliki dasar aturan. Menurutnya, kepatuhan terhadap statuta menjadi landasan penting untuk menjaga persatuan dan keberlanjutan pembinaan sepak bola di Aceh.

Ia juga meminta PSSI Pusat segera menindaklanjuti hasil kongres sesuai mekanisme yang berlaku agar polemik tidak berlarut-larut. Nasir mengingatkan, perbedaan pandangan harus diselesaikan melalui jalur organisasi tanpa mengorbankan hubungan antarklub dan pemangku kepentingan sepak bola di Aceh.

“Kita tidak ingin sepak bola Aceh hancur hanya karena persoalan ini. Semua proses ada aturannya dalam statuta, termasuk bagaimana menentukan siapa yang bersalah dan siapa yang benar,” katanya.

Nazir berharap seluruh pihak dapat menyikapi hasil kongres secara objektif. Ia juga mengingatkan bahwa statuta menyediakan mekanisme lanjutan bagi pihak-pihak terkait apabila hasil kongres tidak ditindaklanjuti sesuai ketentuan organisasi.

Ia berharap kepemimpinannya kembali mendapat dukungan seluruh elemen sepak bola Aceh sehingga berbagai tantangan ke depan dapat dihadapi bersama dan sepak bola Aceh terus berkembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....