Mengenal Tradisi Kenduri Beureuat Masyarakat Aceh
- 08 Jun 2024 12:07 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh: Dikenal memiliki banyak budaya dan tradisi yang erat kaitannya dengan Islam. Kehidupan adat dan budaya di Aceh tak bisa dipisahkan dari pengaruh Islam, menciptakan harmonisasi dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Dirangkum RRI dari berbagai sumber, salah satu tradisi religius di Aceh adalah kenduri, yang merupakan bentuk pengabdian kepada Yang Maha Kuasa. Tradisi ini dilakukan dengan menjamu saudara, tetangga, dan kerabat, terutama yang kurang mampu, untuk makan bersama.
Di masyarakat Aceh, adat dibagi menjadi dua jenis: ketentuan Allah yang tidak berubah dan adat kebiasaan yang didasarkan pada Islam. Kedua jenis adat ini saling melengkapi dan mengatur kehidupan masyarakat Aceh.
Tradisi penting lainnya di Aceh adalah beureuat, yang dilaksanakan setiap tahun pada malam pertengahan bulan Sya’ban. Tradisi ini mengenang kelahiran Nabi Ismail, anak Nabi Ibrahim, yang merupakan peristiwa mengharukan bagi Siti Hajar.
Beureuat berasal dari kata "Beureukat," yang berarti berkah, dan bertujuan untuk memohon berkah kepada Allah. Menurut riwayat, pada malam nishfu sya’ban, catatan amal manusia selama setahun akan diangkat dan dibuatkan lembaran baru.
Malam beureuat juga merupakan interpretasi kebiasaan Nabi Muhammad yang melakukan salat sunat Nisfu Sya’ban. Setelah salat Isya, masyarakat Aceh melaksanakan salat Tasbih dan berzikir bersama.
Beureuat biasanya dilaksanakan di masjid, meunasah, atau balai pengajian dengan sumbangan masyarakat setempat. Paket kenduri disiapkan rapi dan dibagikan pada malam pertengahan bulan Sya’ban setelah berbuka puasa sunat.
Hingga kini, kenduri beureuat masih dilaksanakan di desa-desa Aceh sebagai cara memuliakan bulan penuh keutamaan. Tradisi ini tidak hanya memenuhi ibadah individual, tetapi juga ibadah sosial, dan layak untuk terus dilestarikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....