Tradisi Peucicap untuk Bayi Baru Lahir di Aceh
- 05 Jun 2024 16:20 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh: Tradisi Peucicap dilakukan pada bayi yang baru lahir setelah usianya mencapai tujuh hari, dengan melibatkan pemuka agama. Bayi tersebut diberi rasa dari berbagai buah-buahan manis seperti apel, anggur, jeruk, kurma, dan alpukat.
Saat bayi diberi buah manis, pemuka agama berbicara kepada bayi, memberikan pesan penting. Beliau mengingatkan agar bayi tumbuh menjadi pribadi yang baik dan manis kepada semua orang, serupa dengan rasa buah yang diberikan.
Setelah peucicap, bayi menjalani ritual peusijuk, di mana air dipercikkan ke tubuh bayi dengan rumput dan tumbuhan segar. Tujuan dari peusijuk adalah untuk menjaga kesehatan dan kesegaran bayi, dan tradisi ini dijalankan oleh masyarakat Aceh setiap kali memulai sesuatu yang baru.
Setelah upacara Peusijuk, rambut bayi dicukur hingga botak, dan rambut tersebut tidak dibuang, melainkan dimasukkan ke dalam air kelapa muda. Rambut tersebut kemudian ditanam bersama kelapa muda di dekat pohon kelapa yang belum berbuah. Jika bayi itu perempuan, diharapkan hal ini akan mempercepat datangnya calon suami di masa depan.
Pada penutupan acara Peucicap, tamu dan keluarga besar berkumpul untuk berdoa bersama, dipandu oleh pemuka agama. Mereka berdoa kepada Tuhan untuk memohonkan kebaikan dan perlindungan bagi bayi yang baru lahir, karena segala sesuatu terjadi menurut kehendak-Nya. (Sumber: steemit/jumaidi)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....