Banjir Aceh Tenggara Rusak Puluhan Hektare Lahan Pertanian dan Infrastruktur
- 29 Sep 2026 14:06 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Kutacane – Banjir yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Tenggara sejak Sabtu 26 September 2026 menyebabkan kerusakan pada lahan pertanian, badan jalan, jembatan, hingga tanggul sungai. Berdasarkan laporan terbaru yang diterima RRI dari Pusdalops BPBD Aceh Tenggara, Selasa 29 September 2026, bencana tersebut berdampak terhadap 103 kepala keluarga atau 411 jiwa. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit Sungai Lawe Kisam dan Sungai Lawe Kinga meningkat signifikan. Kondisi tersebut memicu luapan air dan kerusakan tanggul di sejumlah titik, sehingga air masuk ke kawasan permukiman dan lahan masyarakat. Wilayah terdampak tersebar di Kecamatan Lawe Sumur, Bukit Tusam, Bambel, Ketambe, Babussalam, Darul Hasanah, Lawe Bulan dan Deleng Pokhkison.
Dari sisi material, sekitar 40 hektare lahan pertanian masyarakat di Desa Terutung Megara Lawe Pasaran dan sekitarnya mengalami kerusakan. Selain itu, sekitar 10 hektare lahan sawah di Desa Kisam Gabungan turut terdampak. Tanggul Sungai Lawe Kisam juga jebol di Desa Terutung Megara Lawe Pasaran dan Desa Pancar Iman, menyebabkan air meluap ke kawasan permukiman.

Kerusakan juga terjadi pada akses transportasi. Badan jalan Kutacane-Blangkejeren di Desa Kati Maju, Kecamatan Ketambe, tertimbun longsor dan menyebabkan tiang listrik PLN tumbang. Sejumlah jalan darurat penghubung antarkecamatan, termasuk akses di sekitar Jembatan Natam-Simpang Empat Tanjung dan Jembatan Mbarung menuju Kecamatan Lawe Alas, tidak dapat dilalui akibat tergerus arus sungai. Oprit Jembatan Mbarung Datuk-Lawe Sikap juga amblas sehingga untuk sementara tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.
Sementara itu, ruas Jalan Pulonas Baru menuju Lawe Rutung mengalami abrasi akibat gerusan Sungai Lawe Bulan sepanjang sekitar 50 meter. Sebagian badan jalan pada Jembatan Rangka Baja Biakmuli, yang merupakan jembatan nasional, juga mulai mengalami amblas. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sejumlah infrastruktur masih berada dalam ancaman kerusakan akibat gerusan arus sungai.
Untuk penanganan, BPBD Kabupaten Aceh Tenggara telah melakukan kaji cepat dan mengerahkan Tim Reaksi Cepat untuk melakukan pendataan di lokasi terdampak. BPBD juga menurunkan satu unit alat berat jenis excavator untuk membantu penanganan tanggul dan melakukan normalisasi Sungai Lawe Kisam di Desa Pancar Iman, Kecamatan Bambel.
Petugas TRC BPBD turut melakukan pemotongan dan pembersihan pohon tumbang yang menutup ruas jalan nasional Kutacane-Blangkejeren, khususnya di kawasan Tanjakan Gurah, Kecamatan Ketambe. Berdasarkan laporan terakhir, kondisi air mulai surut, sementara penanganan dan pemantauan terhadap dampak banjir masih dilakukan oleh petugas di lapangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....