FDP Buka Program Mitra DAI Perbatasan Aceh

  • 29 Sep 2026 13:26 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Forum Dakwah Perbatasan (FDP), membuka program Mitra Dai Perbatasan, sebuah gerakan yang mengajak masyarakat dari berbagai kalangan, untuk ikut menguatkan keberadaan para dai, yang bertugas di wilayah pelosok dan perbatasan Aceh serta Sumatera Utara. Program ini menjadi wadah bagi masyarakat yang ingin berkontribusi dalam dakwah perbatasan, termasuk mereka yang tidak dapat hadir secara langsung di lokasi penugasan para dai.

Program Manager FDP, Teuku Azhar Ibrahim mengatakan program Mitra Dai Perbatasan diluncurkan salah satunya karena FDP masih menghadapi keterbatasan pembiayaan untuk mempertahankan keberadaan dai di sejumlah wilayah penugasan. Teuku Azhar mengungkapkan, keterbatasan pembiayaan bahkan menyebabkan FDP harus mengosongkan sejumlah titik dakwah, yang sebelumnya direncanakan memiliki dai.

“Tujuan utama program ini adalah mencari dukungan dan donasi. Kita masih mengalami kesulitan dana, termasuk untuk memenuhi kafalah dai. Keberlanjutan dakwah di kawasan perbatasan tidak cukup hanya dengan mengirimkan dai. Mereka juga membutuhkan dukungan akomodasi, kebutuhan harian, transportasi, serta peningkatan kapasitas agar dapat menjalankan tugas secara efektif,” jelasnya, pada Senin, 28 September 2026.

Sekretaris Jenderal FDP, Abizal Muhammad Yati mengatakan kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberadaan dai di kawasan perbatasan membutuhkan dukungan yang berkelanjutan. Menurutnya, pembiayaan operasional, penguatan sumber daya manusia, serta peningkatan kapasitas dai merupakan bagian penting dari keberlangsungan dakwah di wilayah tersebut.

Para dai yang diterjunkan FDP berasal dari berbagai daerah, bahkan sebagian datang dari luar Pulau Sumatera. Mereka hadir untuk membersamai masyarakat Muslim di kawasan perbatasan, termasuk komunitas Muslim yang berada dalam posisi minoritas di sejumlah wilayah Aceh dan Sumatera Utara.

Adapun ditengah keterbatasan akses dan kondisi geografis, para dai menjalankan berbagai aktivitas pembinaan keagamaan. Mereka mengajarkan Al-Qur'an, mendampingi masyarakat, membangun komunikasi sosial, serta menghadirkan pembinaan Islam dalam kehidupan sehari-hari.

FDP berharap dukungan masyarakat dapat membantu para dai lebih fokus menjalankan amanah pembinaan umat. Aktivitas dai di lapangan tidak hanya terbatas pada pengajaran keagamaan. Mereka juga berinteraksi langsung dengan masyarakat, memahami kondisi sosial setempat, membangun hubungan kemasyarakatan, serta mendampingi proses pembinaan umat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....