Rektor UIN Ar-Raniry Sikapi Hasil International Grand Imams Conference
- 28 Sep 2026 15:43 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Mujiburrahman mengingatkan masjid tidak menjadi ruang yang memperlebar jarak, di tengah masyarakat yang berbeda pandangan, latar belakang dan pilihan.
Menurut Prof. Mujiburrahman, masjid memiliki peran strategis dalam menjaga persaudaraan dan perdamaian. Fungsinya tidak berhenti sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang perjumpaan dan pembinaan masyarakat. Pernyataan itu disampaikan menyikapi hasil International Grand Imams Conference (IGIC), yang berlangsung di Jakarta pada 25–27 September 2026.
“Masjid jangan hanya kita lihat sebagai tempat melaksanakan ibadah. Masjid juga harus menjadi tempat orang bertemu, berdialog, dan saling menguatkan. Karena itu, masjid semestinya menjadi ruang yang menyatukan umat, bukan justru membuat kita semakin berjarak,” kata Prof. Mujiburrahman.
Forum yang mempertemukan imam besar, mufti, dan delegasi dari berbagai negara tersebut menghasilkan pembentukan The International Assembly of Mosque Imams (IAMI). Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. KH Nasaruddin Umar, dipercaya sebagai presiden pertama IAMI.
IGIC 2026 juga menghasilkan Jakarta Understanding: On Mosque Harmony, Religious Diplomacy, and Global Peace. Kesepakatan tersebut menempatkan imam dan masjid sebagai bagian penting dalam membangun harmoni, diplomasi keagamaan, dan perdamaian. Menurutnya perbedaan di tengah masyarakat merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Tantangannya adalah memastikan perbedaan tersebut tidak berkembang menjadi pertentangan.
Adapun dalam Jakarta Understanding, para imam besar menyerukan penguatan literasi digital serta penolakan terhadap hoaks dan ujaran kebencian. Kesepakatan itu juga memuat komitmen terhadap keadilan sosial, perlindungan anak, perempuan, penyandang disabilitas, kelompok minoritas dan kelompok rentan, kepedulian terhadap lingkungan, serta kolaborasi global.
Prof. Mujiburrahman menilai pesan tentang perdamaian tersebut memiliki relevansi khusus bagi Aceh. Menurut dia, Aceh memiliki pengalaman dalam membangun perdamaian yang perlu terus dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....