Rapim Partai Aceh 2026: Sekjen Aiyub Serukan Persatuan Hadapi Agenda Politik
- 19 Sep 2026 00:08 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Partai Aceh menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Partai Aceh 2026 di Hotel Amel, Banda Aceh, Jumat 18 September 2026 malam. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 21 September 2026.
Rapim dan Bimtek dibuka langsung oleh Sekretaris Jenderal Partai Aceh, Aiyub bin Abbas. Kegiatan ini diikuti para ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh dari seluruh kabupaten/kota, kader partai, pengurus serta sejumlah pejabat pemerintahan.
Ketua Umum Partai Aceh Muzakir Manaf atau Mualem yang juga Gubernur Aceh tidak tampak hadir dalam Rapim partai lokal ini. Mualem saat ini diketahui sedang menjalani perawatan di Malaysia. Ketua Mahkamah Kehormatan Tuha Peut Partai Aceh, Teungku Malik Mahmud Al-Haytar yang juga Wali Nanggroe Aceh, juga tidak hadir karena sedang menjalani perawatan di Penang, Malaysia.
Dalam sambutannya, Aiyub bin Abbas mengajak seluruh kader Partai Aceh menyatukan kembali visi dan misi serta memperkuat konsolidasi internal. Ia meminta kader tidak terpecah oleh persoalan internal karena persatuan dinilai menjadi bagian penting dalam mencapai tujuan partai.
“Jangan ribut-ribut. Karena musuh kita saat ini bukan dari luar, tapi justru dari dalam karena kita tidak bersatu. Oleh karena itu, mari kita satukan kembali apa yang menjadi tujuan partai,” tegas Aiyub.
Ia mengatakan konsolidasi tersebut juga diarahkan untuk mempersiapkan partai menghadapi agenda politik mendatang, termasuk memenangkan pemilihan bupati, wali kota, gubernur, serta anggota DPRA dan DPRK, meskipun pelaksanaan pemilu masih cukup lama.

Kepada wartawan Aiyub mengatakan berbagai persoalan yang ada saat ini menjadi bagian yang harus diselesaikan bersama melalui konsolidasi partai. Ia juga menyebut Partai Aceh akan terus terlibat dalam mendorong perubahan melalui pemerintahan.
“Kita berharap melalui doa bersama, apa yang kita tuntut bersama, insya Allah diberikan oleh pusat untuk kesejahteraan rakyat dan untuk bisa menjaga perdamaian ini sampai selama-lamanya,” katanya.
Sekjen Partai Aceh Aiyub bin Abbas turut mengajak seluruh kader dan masyarakat Aceh untuk mendoakan kesembuhan Mualem dan Wali Nanggroe agar keduanya dapat segera kembali menjalankan roda pemerintahan dan membangun Aceh.
Respon Partai Aceh Soal Revisi UUPA
| Baca juga: Satu Titik Panas Terdeteksi di Aceh |
Terkait revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA), Aiyub menyebut terdapat sinyal positif dari pemerintah pusat. Ia mengatakan poin-poin yang diusulkan Partai Aceh dan telah dibahas di DPRA pada prinsipnya telah diterima, sementara keputusan akhirnya berada di tingkat pemerintah pusat.
“UUPA memang asal-usulnya dari Wali dan Mualem. Jadi patut kita sepakat dengan partai nasional, seluruh fraksi dan seluruh anggota ikut bersama dalam menyelesaikan UUPA,” ujarnya.
Aiyub menyebut pihaknya telah menerima informasi mengenai perkembangan revisi UUPA, namun belum bersedia membeberkan lebih jauh sebelum terdapat keputusan resmi. “Ada beberapa poin, tapi nanti dululah. Kalau bahasa Aceh-nya 'boh jok boh beulangan, oeh troh enteuk baru taboh nan,” katanya.
Dibalik Keputusan Rapim, ada Kepentingan Rakyat yang Dipertanggungjawabkan
Sementara itu, Bendahara Umum Partai Aceh sekaligus Ketua DPRA Zulfadli atau yang akrab disapa Abang Samalanga, dalam sambutannya mengajak seluruh kader menyamakan langkah dan menajamkan arah perjuangan partai.
| Baca juga: Gempa Magnitudo 3,3 Guncang Aceh Selatan |
Ia menegaskan setiap keputusan yang dihasilkan melalui Rapim harus mempertimbangkan kepentingan masyarakat Aceh. Menurutnya, masih banyak persoalan masyarakat yang membutuhkan perhatian, mulai dari kesejahteraan masyarakat desa, pendidikan anak-anak Aceh, hingga kondisi petani, nelayan, pelaku UMKM, tenaga kesehatan, pemuda, dan perempuan.
“Di balik keputusan yang kita hasilkan dalam Rapim ini, ada kepentingan rakyat yang harus kita pertanggungjawabkan,” kata Zulfadli.
Ia menambahkan, Partai Aceh mendorong pemerintah agar setiap kebijakan yang dihasilkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi bagian dari upaya membangun Aceh ke arah yang lebih baik.
Pesan Wali Nanggroe untuk Kemajuan Partai Aceh
Dalam Rapim tersebut, Wali Nanggroe Aceh Teungku Malik Mahmud Al-Haytar juga menyampaikan arahan melalui rekaman video dari Penang, Malaysia, tempat dirinya sedang menjalani perawatan.
Wali Nanggroe berharap Rapim Partai Aceh dapat menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang memberikan dampak positif terhadap perkembangan partai dan kemajuan Aceh. Ia juga mengajak seluruh kader kembali memperkuat persatuan dan mengedepankan kebersamaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....