KOPI Aceh: Perkembangan Anak Bukan Lomba, Pahami Tahapannya

  • 16 Sep 2026 01:04 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh — Komunitas Orangtua Peduli Inklusi (KOPI) sukses menggelar kegiatan Capacity Building #1. Kegiatan ini bertajuk "Memahami Piramida Perkembangan Anak: Bekal Orangtua dalam Mendampingi Tumbuh Kembang Anak Inklusi". KOPI melaksanakan kegiatan ini di Station Coffee Premium, Banda Aceh, Minggu 13 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung hangat dan interaktif ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat. Mayoritas yang hadir adalah orangtua, guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), hingga para pengelola sekolah di Banda Aceh.

Ketua KOPI, Ahmad Tarmizi, menegaskan pentingnya wadah saling bantu antar sesama orang tua dan pendidik dalam mendampingi anak-anak. "Tidak harus ada keluarga yang berjalan sendirian. KOPI hadir untuk menemani, saling mendukung, dan berkolaborasi," ujarnya.

Hadir sebagai narasumber utama, Esti Wulansari, seorang praktisi pendidikan inklusi yang juga pendiri Aceh Flexi School. Ia menekankan pentingnya memahami fondasi dasar perkembangan anak. Perkembangan fisik, sensorik, dan emosional anak wajib diketahui sebelum menuntut kemampuan akademis atau fungsi eksekutif yang lebih tinggi.

Esti Wulansari, Founder Aceh Flexi School, hadir memberikan pemaparan kepada peserta. (Foto: dokumentasi panitia)

Esti meluruskan kekeliruan umum di masyarakat yang sering kali membanding-bandingkan kecepatan tumbuh kembang antar anak. "Perkembangan anak bukan lomba. Tidak berlaku prinsip lebih cepat lebih baik, akan tetapi berkembang baik sesuai tahapan usianya," tegasnya.

Melalui materi Piramida Perkembangan Anak, peserta diajak untuk lebih peka terhadap stimulasi dasar yang dibutuhkan anak. Dengan demikian, pola pendampingan di rumah maupun di sekolah dapat berjalan secara tepat, bijak, dan inklusif.

Dengan suksesnya penyelenggaraan edisi perdana ini, Komunitas Orangtua Peduli Inklusi (KOPI) berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program edukatif. Mereka juga berharap dapat memberikan ruang berbagi berkala demi menguatkan ekosistem pendidikan inklusif di Aceh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....