Penanganan Kebakaran Gambut Aceh Dinilai Perlu Strategi Khusus

  • 08 Sep 2026 08:59 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Penanganan kebakaran di lahan gambut membutuhkan pendekatan berbeda dibandingkan kebakaran pada umumnya karena api dapat menjalar dan bertahan di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan pengetahuan khusus, peralatan yang sesuai serta kesiapan petugas di lapangan.

Dosen Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Dr. Monalisa, SP, M.Si., menjelaskan karakter api di lahan gambut menjadi salah satu tantangan utama dalam penanganan kebakaran. “Apinya kan bukan di atas, apinya kan di bawah, bahkan kalau kita lihat di atas sudah padam dia dan timbul lagi,” ujarnya dalam dialog Green Radio RRI Banda Aceh, Sabtu, 5 September 2026.

Menurut Monalisa, salah satu teknik yang dapat digunakan adalah membuat lubang atau titik pada tanah gambut untuk memasukkan pipa sehingga air dapat diarahkan ke bagian yang terbakar di bawah permukaan. Teknik tersebut dinilai penting karena penyiraman dari permukaan saja tidak selalu mampu menghentikan bara yang masih berada di dalam lapisan gambut.

Ia juga menekankan bahwa akses menuju lokasi kebakaran menjadi persoalan tersendiri, terutama ketika titik api berada jauh dari jalan dan berada di kawasan gambut. Kondisi tersebut membuat petugas membutuhkan waktu lebih panjang dan tenaga lebih besar untuk mencapai titik kebakaran sekaligus melakukan pemadaman secara efektif.

Monalisa menilai peningkatan kapasitas petugas pemadam kebakaran dan masyarakat peduli api perlu menjadi perhatian karena belum seluruh petugas memiliki pemahaman khusus mengenai karakter kebakaran gambut. “Belum sepenuhnya petugas dan juga pelatihan kan jarang,” katanya, seraya menekankan pentingnya edukasi sebelum petugas diterjunkan ke lokasi kebakaran.

Ia menjelaskan, pemahaman mengenai karakteristik gambut diperlukan agar petugas dapat menentukan metode dan peralatan yang tepat ketika menghadapi kebakaran. “Pemakaian alat-alatnya itu kan berbeda dengan pemadaman seperti kebakaran gedung, atau kebakaran di hutan biasa itu beda,” ujar Monalisa.

Karena itu, upaya penanganan kebakaran gambut dinilai tidak boleh hanya mengandalkan respons setelah api meluas, tetapi harus diperkuat dengan pencegahan dan mitigasi sejak awal. “Jangan nanti kita sibuk ketika sudah terjadi, jadi harus aware dari awal,” kata Monalisa, sembari mendorong pemerintah memanfaatkan sebagian dukungan anggaran untuk restorasi gambut, pencegahan bencana dan pelatihan cepat bagi petugas di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....