Rokok Mudah Diakses Anak, Satpol PP Banda Aceh Perkuat Pengawasan
- 02 Sep 2026 10:15 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh : Kemudahan anak dan remaja mendapatkan rokok menjadi salah satu persoalan yang dibahas dalam dialog Indonesia Layak Anak di RRI Banda Aceh. Fenomena tersebut dinilai perlu menjadi perhatian karena kebiasaan merokok sejak usia dini dapat berkembang dari rasa ingin tahu menjadi perilaku yang sulit dihentikan.
Sekretaris Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Evendi, S.Ag mengatakan petugas masih menemukan anak di bawah umur yang merokok ketika melakukan patroli maupun penertiban di lapangan. Anak yang ditemukan kemudian diarahkan untuk mendapatkan pembinaan dan dipertemukan dengan keluarga agar pengawasan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
"Kalau untuk anak-anak di bawah umur merokok itu memang sering kita dapat untuk kita bina," ujar Evendi dalam dialog Indonesia Layak Anak di RRI Banda Aceh, Minggu, 30 Agustus 2026.
Ia mengatakan pengawasan tidak hanya ditujukan kepada anak, tetapi juga perlu diperkuat melalui edukasi kepada pihak yang menjual rokok agar tidak memberikan produk tersebut kepada anak.
Menurut Evendi, faktor lingkungan dan pergaulan teman sebaya turut memengaruhi kebiasaan anak mencoba rokok. Ia menilai lemahnya pengawasan keluarga serta mudahnya anak memperoleh rokok dapat membuat kebiasaan tersebut berlanjut setelah awalnya hanya dilakukan karena rasa penasaran.
Ketua Forum Anak Kota Banda Aceh Farra Athaya Kamila mengatakan alasan anak mulai merokok dapat berbeda berdasarkan lingkungan pergaulannya. "Mungkin kalau misalnya itu faktornya banyak, ada yang karena mengikuti orang dewasa, jadi dia setelah melihat orang dewasa dia penasaran," kata Farra.
Farra menambahkan, pada sebagian remaja, kebiasaan merokok dapat muncul karena perubahan lingkungan pergaulan ketika memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Karena itu, ia mendorong sekolah tidak hanya memberikan larangan, tetapi juga menghadirkan pembelajaran yang membuat anak memahami secara langsung dampak dari kebiasaan merokok sejak usia dini.
Ia juga mengajak sesama anak dan remaja untuk saling mengingatkan agar tidak terjebak dalam perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Menurutnya, perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan aparat, melainkan membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, pelaku usaha, masyarakat serta anak sebagai bagian penting dalam menciptakan Kota Banda Aceh yang aman, sehat dan layak bagi anak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....