Balap Liar Remaja di Banda Aceh Masih Jadi Perhatian Petugas
- 02 Sep 2026 10:09 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh : Fenomena balap liar yang melibatkan remaja masih menjadi perhatian aparat ketertiban di Kota Banda Aceh. Aktivitas tersebut tidak hanya berisiko bagi keselamatan pelaku, tetapi juga dapat membahayakan pengguna jalan lain dan masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
Sekretaris Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Evendi, S. Ag mengatakan balap liar lebih banyak ditemukan pada malam akhir pekan, meskipun pada malam lainnya aktivitas serupa masih dapat terjadi di sejumlah titik. Penanganan dilakukan melalui koordinasi dengan kepolisian serta unsur masyarakat untuk mencegah kegiatan tersebut berkembang.
"Fenomenanya kalau kita di malam minggu lebih banyak tempat-tempat yang memang digunakan oleh remaja kita," ujar Evendi dalam dialog Indonesia Layak Anak di RRI Banda Aceh, Minggu, 30 Agustus 2026.
Ia menyebut beberapa kawasan yang pernah menjadi perhatian petugas di antaranya Ulee Lheue, Jalan Teuku Umar dan kawasan Lam Raya.
Menurut Evendi, pola aktivitas balap liar saat ini juga mengalami pergeseran lokasi dan salah satunya mengarah ke kawasan Ulee Lheue yang berada di sekitar pesisir. Pengawasan dilakukan dengan melibatkan petugas Satpol PP dan WH, kepolisian sektor setempat serta unsur lalu lintas untuk mencegah kegiatan yang berpotensi mengganggu keamanan pengguna jalan.
"Di pinggir laut, di jalan raya itu memang di pinggir laut ada jalan raya juga, Jalan Ulee Lheue itu jalan raya juga," katanya. Evendi menjelaskan pemantauan di kawasan tersebut juga didukung pengawasan melalui kamera pemantau dan koordinasi cepat apabila terdapat laporan mengenai aktivitas yang mengarah pada pelanggaran ketertiban.
Dari perspektif anak, Ketua Forum Anak Kota Banda Aceh Farra Athaya Kamila menilai sebagian remaja melihat balap liar sebagai aktivitas yang menantang dan menjadi sarana menunjukkan kemampuan di antara teman sebaya. Namun, menurutnya, persepsi tersebut perlu diarahkan karena risiko kecelakaan tidak hanya mengancam pelaku, tetapi juga orang lain.
"Awalnya itu pasti bukan karena memang mau balap liar, pasti ada perselisihan sepele ataupun besar sebelumnya yang mereka ekspresikan lewat jalan," kata Farra. Ia menilai kegiatan yang memberikan tantangan dan adrenalin tetap dapat dibuat dalam bentuk yang lebih aman, misalnya olahraga atau perlombaan yang terorganisasi.
Farra mengusulkan agar pemerintah menyediakan ruang dan kegiatan khusus bagi anak dan remaja untuk menyalurkan keinginan berkreasi serta berekspresi. Upaya tersebut perlu berjalan bersama pengawasan keluarga, sekolah, aparat dan masyarakat agar energi anak dapat diarahkan pada kegiatan positif tanpa menghilangkan kebutuhan mereka untuk bersosialisasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....