BGTK Aceh dan Densus 88 Bertekad Wujudkan Lingkungan Sekolah Inklusif dan Toleran

  • 01 Sep 2026 21:23 WIB
  •  Banda Aceh
Poin Utama
  • BGTK Aceh dan Densus 88 bersinergi memperkuat karakter, wawasan kebangsaan, dan budaya toleransi bagi 102 guru peserta Pelatihan Pendidikan Inklusif Tingkat Mahir.
  • Pendidikan inklusif diarahkan untuk menciptakan sekolah bebas diskriminasi, dengan menanamkan nilai Pancasila, gotong royong, saling menghormati, serta kecintaan terhadap NKRI.
  • Guru didorong menjadi agen perubahan dan teladan siswa, melalui penyusunan rencana tindak lanjut yang aplikatif untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang ramah, aman, toleran, dan cinta damai.

‎ KBRN, Banda Aceh: Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Aceh menggandeng Tim Pencegahan Satgaswil Aceh Densus 88 AT Polri untuk memperkuat karakter dan budaya toleransi para tenaga pendidik. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Permata Hati, Banda Aceh, Senin 31 Agustus 2026 ini diikuti oleh 102 guru peserta Pelatihan Pendidikan Inklusif Tingkat Mahir. ‎ ‎

Kepala BGTK Provinsi Aceh, Muhammadi, S.Kom., M.Si., menegaskan bahwa pendidikan inklusif tidak sekadar memberikan kesetaraan akses belajar bagi semua anak, tetapi juga menciptakan iklim sekolah yang bebas diskriminasi dan menghargai keberagaman. ‎

‎ "Pendidikan inklusif harus dibarengi dengan penguatan wawasan kebangsaan. Sinergi bersama Densus 88 ini diharapkan membantu para guru menjadi agen perubahan yang menanamkan nilai-nilai Pancasila, gotong royong, dan saling menghormati di sekolah," kata Muhammadi. ‎ ‎

Dalam kesempatan tersebut, narasumber dari Densus 88 AT Polri, AIPDA Azwar, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa sosok guru merupakan teladan utama pembentuk karakter siswa. Penguatan nilai kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi kunci utama terciptanya iklim belajar yang aman dan cinta damai. ‎ ‎

Kegiatan evaluasi dan refleksi ini mewajibkan para peserta untuk menyusun rencana tindak lanjut (RTL) yang aplikatif di sekolah masing-masing. Melalui kolaborasi antara dunia pendidikan dan aparat keamanan ini, lingkungan sekolah di Aceh diharapkan semakin ramah, aman, serta memiliki daya tangkal yang kuat terhadap berbagai potensi perpecahan. ‎

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....