Sebulan Mengabdi di Pidie Jaya, Mahasiswa Belajar Dekat dengan Masyarakat

  • 31 Agt 2026 16:59 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh — Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tidak hanya menjadi bagian dari kewajiban akademik mahasiswa, tetapi juga menjadi kesempatan untuk merasakan langsung kehidupan dan kebutuhan masyarakat. Hal tersebut dirasakan Ari Maulana, Ketua Kelompok 11 KKN Cut Langien, selama menjalani pengabdian di Desa Cut Langien, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.

Ari dalam dialog interaktif di RRI Pro 2 Banda Aceh, Selasa 18 Agustus 2026 menuturkan, kegiatan tersebut dilaksanakan ketika dirinya berada di semester akhir perkuliahan. Setelah menyelesaikan KKN, mahasiswa akan memasuki tahapan berikutnya dalam pendidikan, termasuk persiapan menuju penyusunan skripsi. “Semester akhir itu, sedikit lagi mau sesudah ini langsung skripsi,” ujar Ari.

Dalam penempatan KKN, Ari memperoleh kesempatan mengikuti KKN reguler. Berbeda dengan KKN yang memiliki tema atau fokus tertentu, penempatan KKN reguler dilakukan berdasarkan pembagian yang telah ditentukan. Ari pun akhirnya bergabung dengan mahasiswa lainnya untuk menjalankan pengabdian di Desa Cut Langien selama kurang lebih satu bulan.

Menurut Ari, keberagaman latar belakang mahasiswa menjadi salah satu pengalaman berharga selama pelaksanaan KKN. Para mahasiswa yang tergabung tidak hanya berasal dari satu program studi, tetapi berasal dari berbagai fakultas, seperti kedokteran, keperawatan, kehutanan, pertanian dan keguruan. “Kami bersama teman-teman yang memang notabenenya bukan dari prodi sendiri. Ada dari fakultas kedokteran, kehutanan, pertanian, keperawatan dan juga dari fakultas keguruan,” katanya.

Berbagai kegiatan kemudian dilakukan bersama masyarakat. Salah satunya edukasi mengenai kesiapsiagaan bencana melalui kegiatan Pancasila dan Siaga Bencana atau Pancasiaga. Mahasiswa juga memberikan layanan pemeriksaan kesehatan sederhana berupa pengecekan tekanan darah dan kesehatan masyarakat. Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari warga Desa Cut Langien.

“Alhamdulillah disambut dengan hangat. Masyarakatnya, ibu-ibunya juga ketika kita datang, sambutannya sangat luar biasa,” ungkap Ari.

Ari menilai, interaksi langsung dengan masyarakat selama KKN memberikan pengalaman yang tidak sepenuhnya bisa diperoleh melalui pembelajaran di ruang kelas. Selain menjalankan kewajiban akademik, mahasiswa dituntut untuk hadir dan memberikan manfaat sesuai dengan kemampuan serta bidang ilmu masing-masing. Ia berharap semangat pengabdian tersebut dapat terus dibawa mahasiswa dalam kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....