Sembilan Titik Panas Muncul di Leuser
- 29 Agt 2026 15:15 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Kemunculan sembilan titik panas di Kecamatan Leuser, Kabupaten Aceh Tenggara, menjadi perhatian di tengah pentingnya kawasan hutan Leuser sebagai salah satu benteng ekologis utama di Pulau Sumatra.
Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, sebanyak 77 titik panas terdeteksi di Provinsi Aceh pada Jumat, 28 Agustus 2026, mulai pukul 00.00 hingga 23.00 WIB.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Nabila, dalam laporan yang diterima RRI Sabtu (29/8/2026), menyebutkan deteksi tersebut berasal dari pemantauan sensor MODIS pada satelit Terra, Aqua dan Suomi NPP, serta NOAA-20/VIIRS.
Dari total 77 titik panas tersebut, sembilan titik berada di Kecamatan Leuser, Aceh Tenggara. Titik-titik itu tersebar pada koordinat sekitar 97,93 hingga 97,98 bujur timur dan 3,08 hingga 3,14 lintang utara.
Tingkat kepercayaan deteksi berada pada kisaran 80 hingga 90 persen. Rinciannya, tujuh titik memiliki tingkat kepercayaan 80 persen, sementara dua titik lainnya mencapai 90 persen.
Kemunculan titik panas di Kecamatan Leuser menjadi perhatian karena kawasan tersebut berada di wilayah yang memiliki keterkaitan erat dengan bentang alam Leuser. Pemerintah mencatat Taman Nasional Gunung Leuser berada di sejumlah kabupaten di Aceh, termasuk Kabupaten Aceh Tenggara. (tngunungleuser.ksdae.menlhk.go.id)
| Baca juga: BMKG Deteksi 23 Titik Panas di Aceh |
Namun, titik panas tidak serta-merta berarti telah terjadi kebakaran hutan atau lahan. Data satelit merupakan indikasi adanya anomali panas yang perlu diverifikasi lebih lanjut oleh petugas di lapangan.
Leuser, benteng hutan Sumatra
Kawasan Leuser memiliki arti penting jauh melampaui batas administratif Aceh. UNESCO menyebut Ekosistem Leuser, termasuk Taman Nasional Gunung Leuser, sebagai sisa hutan terbesar dan paling signifikan yang masih tersisa di Sumatra.
Gunung Leuser merupakan bagian dari kawasan Tropical Rainforest Heritage of Sumatra atau Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatra yang ditetapkan UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia. Kawasan warisan tersebut mencakup Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dengan luas keseluruhan sekitar 2,5 juta hektare.
Leuser juga dikenal memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa. UNESCO mencatat kawasan Gunung Leuser menjadi habitat berbagai satwa penting dan terancam, termasuk orangutan Sumatra, harimau Sumatra, badak Sumatra dan gajah Sumatra.
Karena fungsi ekologisnya yang sangat besar, kawasan Leuser kerap disebut sebagai salah satu “paru-paru” Sumatra. Sebutan tersebut menggambarkan peran penting hutan dalam menjaga keseimbangan ekosistem, menyimpan karbon, mengatur tata air serta menyediakan habitat bagi flora dan fauna. Sebagai istilah jurnalistik, penyebutan “paru-paru dunia” sebaiknya dipahami sebagai metafora, bukan klasifikasi resmi UNESCO.
UNESCO juga mencatat kawasan Gunung Leuser sebagai cagar biosfer sejak 1981. Kawasan tersebut memiliki lebih dari 3.200 jenis tumbuhan serta menjadi habitat bagi puluhan spesies yang mendapat status perlindungan.
Kemunculan sembilan titik panas di Kecamatan Leuser menjadi sinyal yang perlu mendapat perhatian, terutama karena setiap indikasi panas di sekitar kawasan berhutan berpotensi berkembang menjadi persoalan yang lebih besar apabila benar berkaitan dengan kebakaran.
Selain Leuser, titik panas dalam pantauan BMKG juga terdeteksi di sejumlah wilayah lain, antara lain Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Utara, Bireuen, Nagan Raya, Pidie, Lhokseumawe dan Kota Subulussalam.
Di Aceh Tenggara sendiri, selain Kecamatan Leuser, BMKG mendeteksi satu titik panas lainnya di Kecamatan Lawe Sumur. Kondisi ini menunjukkan perlunya pemantauan berkelanjutan dan verifikasi lapangan terhadap titik panas, terlebih kawasan hutan Leuser memiliki fungsi ekologis dan konservasi yang sangat penting.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....