Korban Tenggelam Pantai Lhok Ketapang Aceh Besar Ditemukan Meninggal Dunia

  • 27 Agt 2026 08:34 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Aceh Besar - Setelah empat hari dilakukan pencarian, korban tenggelam di Pantai Lhok Ketapang, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Rabu 26 Agustus 2026 malam.

Korban diketahui bernama Juanda, 19 tahun, warga Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh. Jenazah ditemukan warga terdampar di pinggir pantai sekitar pukul 19.55 WIB.

Kepala Basarnas Banda Aceh Al Hussain dalam laporan perkembangan operasi SAR menyebutkan, informasi penemuan korban diterima Tim SAR gabungan setelah sebelumnya pencarian hari keempat dihentikan sementara pada pukul 18.00 WIB karena belum membuahkan hasil.

"Tim SAR gabungan bergerak dari Pelabuhan Ulee Lheue menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) pada pukul 20.15 WIB untuk melakukan evakuasi. Jenazah ditemukan warga terdampar di pinggir pantai sekitar pukul 19.55 WIB," kata Al Hussain Kamis 27 Agustus 2026.

Korban berhasil dievakuasi dan tiba di Pelabuhan Ulee Lheue sekitar pukul 21.40 WIB. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSUD dr. Zainoel Abidin, Banda Aceh, Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup.

Sebelumnya, Juanda dilaporkan hilang setelah diduga terseret arus laut saat hendak bersiap pulang usai melakukan camping bersama tujuh orang rekannya di Pantai Lhok Ketapang.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu 23 Agustus 2026 sekitar pukul 11.50 WIB. Saat itu, korban dan rekan-rekannya sedang membersihkan diri setelah menginap semalaman di kawasan pantai.

Rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan dengan menarik korban menggunakan tali. Namun, upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan korban.

Laporan kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banda Aceh dari salah seorang teman korban pada Minggu sekitar pukul 12.28 WIB.

Pada pencarian hari keempat, Tim SAR gabungan membagi operasi menjadi dua tim. Tim pertama menggunakan satu unit RIB untuk menyisir laut hingga sejauh empat nautical mile dari lokasi terakhir korban terlihat ke arah barat, barat-barat laut dan barat-barat daya dengan pola paralel. Pencarian juga diperkuat pemantauan udara menggunakan drone.

Sementara Tim kedua melakukan penyisiran di sepanjang garis pantai hingga dua kilometer dari lokasi kejadian.

Proses pencarian turut menghadapi kendala kondisi cuaca berupa angin kencang hingga 14 knot dari arah selatan serta gelombang laut setinggi 1,5 hingga 2 meter. Operasi SAR melibatkan Basarnas Banda Aceh, Polsek Peukan Bada, Koramil Peukan Bada, Pos TNI AL Lhoknga, RAPI, nelayan dan masyarakat setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....