Bank Indonesia: Ekonomi Aceh Tumbuh 4,86 Persen di Triwulan II

  • 19 Agt 2026 15:29 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Bank Indonesia Perwakilan Aceh menggelar Aceh Economic Forum Agustus 2026 di Aula Teuku Umar, Kantor Bank Indonesia Aceh, Rabu 19 Agustus 2026.

Forum tersebut membahas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi lahan pertanian terdampak bencana sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh.

Plh. Kepala Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Hertha Bastiawan, mengatakan perekonomian Aceh pada triwulan kedua 2026 tumbuh sebesar 4,86 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan pertumbuhan pada triwulan pertama yang tercatat 4,09 persen.

"Pertumbuhan ekonomi ini terutama didorong oleh sektor pertanian yang mulai kembali bergerak seiring dengan proses pemulihan pascabencana," kata Hertha.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, menyampaikan progres rehabilitasi lahan pertanian hingga 15 Agustus 2026 telah mencapai 51,3 persen atau sekitar 40.852 hektare, dengan dukungan anggaran mencapai 515 miliar rupiah.

Nasir mengatakan proses rehabilitasi tersebut telah mulai terlihat melalui sejumlah kegiatan penanaman bersama di wilayah terdampak bencana.

"Saya kira progres ini sudah ditunjukkan dengan beberapa kegiatan penanaman bersama, sebelumnya di Tamiang dan Aceh Timur serta beberapa daerah yang terkena bencana lainnya," Kata Nasir.

Pemerintah Aceh menargetkan proses rehabilitasi sawah dapat dirampungkan pada November 2026. Anggaran sebesar 515 miliar rupiah telah dialokasikan kepada pemerintah kabupaten dan kota untuk mendukung proses rehabilitasi tersebut.

Selain lahan persawahan, pemerintah juga terus melakukan pemulihan sektor perkebunan. Dari sekitar 60 ribu hektare lahan perkebunan yang terdampak kerusakan, sekitar 40 ribu hektare di antaranya saat ini sedang dalam proses rehabilitasi.

Percepatan pemulihan juga dilakukan pada sektor sumber daya air. Perwakilan Balai Wilayah Sungai atau BWS Sumatera I Provinsi Aceh, Fajrullah Mufti, mengatakan seluruh wilayah terdampak bencana menjadi bagian dari sasaran rehabilitasi.

"Dari Pidie, Pidie Jaya sampai ke Aceh Tamiang kita laksanakan semuanya. Berjalan simultan, termasuk daerah tengah, barat dan Aceh Tenggara. Jadi tidak ada yang prioritas, semua kita kerjakan bersamaan," Ujar Fajrullah.

Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi lahan pertanian diharapkan dapat mengembalikan produktivitas sektor pertanian sekaligus memperkuat pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana.

Kolaborasi dan sinkronisasi data lintas sektor juga dinilai penting agar proses pemulihan lahan pertanian dapat berjalan sesuai target dan memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi Aceh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....