BMKG Catat 10 Titik Panas di Aceh, Terbanyak di Lhokseumawe

  • 18 Agt 2026 21:17 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 10 titik panas (hotspot) terpantau di wilayah Provinsi Aceh berdasarkan hasil pemantauan satelit pada 17 Agustus 2026.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh, Nasyitah Azzahra Lubis, dalam laporannya yang diterima RRI pada Selasa 18 Agustus 2026 menyebutkan titik panas tersebut terdeteksi melalui sensor MODIS pada Satelit Terra, Aqua, Suomi NPP serta NOAA20/VIIRS.

"Dari total 10 titik panas yang terpantau, tiga titik berada di Kabupaten Aceh Besar, satu titik di Kabupaten Aceh Utara, dua titik di Kabupaten Bireuen, dan empat titik lainnya berada di Kota Lhokseumawe," katanya.

Di Kabupaten Aceh Besar, titik panas terdeteksi masing-masing di Kecamatan Kuta Cot Glie, Lembah Seulawah, dan Seulimeum. Sementara di Kabupaten Aceh Utara terpantau satu titik panas di Kecamatan Sawang. Adapun dua titik panas di Kabupaten Bireuen berada di Kecamatan Jeumpa dan Peudada.

Kota Lhokseumawe menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni empat titik yang seluruhnya terpantau di Kecamatan Muara Satu.

BMKG menjelaskan seluruh titik panas yang terpantau memiliki tingkat kepercayaan rendah dengan nilai 8. Meski demikian, informasi hotspot tetap menjadi indikator awal yang perlu diwaspadai untuk mendeteksi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sehingga memerlukan verifikasi lebih lanjut di lapangan oleh instansi terkait.

BMKG mengimbau pemerintah daerah, aparat terkait, dan masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama di wilayah yang terdeteksi memiliki titik panas, guna mencegah meluasnya dampak kebakaran pada musim kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....