Peringatan Damai Aceh Berlangsung Ricuh, Aparat Lepaskan Tembakan Gas Air Mata

  • 15 Agt 2026 13:32 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 yang berlangsung di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu 15 Agustus 2026 diwarnai kericuhan antara massa dan aparat keamanan. Situasi yang awalnya berlangsung khidmat berubah memanas hingga aparat kepolisian melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa.

Sejak pagi, ribuan masyarakat dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh telah memadati halaman Masjid Raya Baiturrahman untuk mengikuti zikir dan doa bersama memperingati 21 tahun perdamaian Aceh.

Kegiatan zikir dan doa bersama dipimpin langsung oleh ulama kharismatik Aceh sekaligus Imam Masjid Raya Baiturrahman, Tgk. H. Muhammad Ali atau Abu Paya Pasi. Rangkaian zikir dan doa berjalan tertib sebagai bentuk rasa syukur atas perdamaian yang terjalin sejak penandatanganan Nota Kesepahaman Helsinki pada 15 Agustus 2005.

Pantauan RRI, kericuhan mulai terjadi setelah kegiatan doa bersama berakhir. Sejumlah massa mengibarkan bendera Bulan Bintang di halaman Masjid Raya Baiturrahman. Selain itu, terlihat pula bendera putih dan bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dikibarkan oleh peserta yang hadir.

Aparat keamanan kemudian berupaya menghentikan pengibaran bendera Bulan Bintang yang dianggap identik dengan simbol Gerakan Aceh Merdeka (GAM).Upaya aparat tersebut memicu ketegangan dengan massa.

Aksi saling dorong tidak dapat dihindari dan situasi semakin memanas ketika kericuhan meluas hingga ke kawasan depan Gedung Barata. Massa yang sebelumnya berada di dalam kompleks masjid berhamburan ke luar area. Dalam kondisi tersebut, sejumlah peserta melemparkan kayu dan batu ke arah aparat keamanan yang berjaga di lokasi.

Akibat lemparan tersebut, sejumlah kendaraan yang berada di sekitar lokasi dilaporkan mengalami kerusakan, terutama pada bagian kaca yang pecah terkena batu. Aparat kepolisian dan personel TNI yang berada di garis pengamanan berusaha bertahan dengan berlindung di balik kendaraan pengurai massa dan tameng pengamanan.

Petugas sempat berulang kali mengimbau massa untuk tenang melalui pengeras suara. Namun situasi tidak kunjung terkendali dan aksi pelemparan terus berlangsung. Untuk mengurai kerumunan dan mencegah kericuhan meluas, aparat akhirnya melepaskan tembakan gas air mata ke arah massa. Sesaat setelah gas air mata ditembakkan, massa berlarian menjauh dari titik lokasi kericuhan.

Hingga berita ini diturunkan, aparat keamanan masih melakukan pengamanan di sekitar lokasi guna mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan lanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....