Gajah Yuna Mati Mendadak, Diduga Terpapar Virus Mematikan
- 13 Agt 2026 17:34 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Aceh Besar – Gajah anakan bernama Yuna, yang merupakan bagian dari binaan Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Aceh, mati secara mendadak pada Selasa 11 Agustus 2026 malam. Gajah betina berusia kurang dari tiga tahun itu diduga terserang Elephant Endotheliotropic Herpesvirus (EEHV).
Kondisi Yuna dilaporkan masih normal hingga Selasa siang. Namun, sekitar pukul 16.00 WIB, pawang atau mahout menemukan perubahan kondisi yang cukup drastis. Yuna terlihat lemas dengan mata merah dan bengkak, wajah mengalami pembengkakan, serta bagian lidah tampak pucat hingga kebiruan.
Tim dokter hewan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bersama mahout langsung memberikan penanganan darurat. Yuna mendapat cairan infus dan multivitamin untuk mempertahankan kondisi tubuhnya.
Namun, upaya tersebut tidak mampu menyelamatkan Yuna. Kondisinya terus memburuk hingga akhirnya tidak sadarkan diri dan mati sekitar pukul 20.48 WIB. Setelah itu, tim medis melakukan nekropsi untuk mengetahui kondisi organ dalam sebelum proses pemakaman dilakukan dan selesai sekitar pukul 00.30 WIB.
Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, mengatakan kondisi kesehatan Yuna sebelumnya berada dalam pengawasan rutin. Pemeriksaan terakhir pada Juni 2026 bahkan menunjukkan kondisi fisiknya masih tergolong sehat, dengan Body Condition Index Score (BCIS) 5,5. Angka tersebut berada dalam kisaran ideal gajah jinak, yakni 5 hingga 7.
“Drop-nya sangat cepat. Berdasarkan diagnosa awal, ini dipicu oleh serangan virus yang mematikan bagi anak gajah,” kata Ujang saat dikonfirmasi RRI, Kamis 13 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, hasil pengamatan awal menunjukkan adanya sejumlah tanda yang mengarah pada infeksi EEHV. Selain pembengkakan pada wajah dan mata serta perubahan warna mukosa lidah, pemeriksaan terhadap organ dalam juga menemukan indikasi pendarahan pada saluran pencernaan.
Untuk memastikan penyebab kematian Yuna, BKSDA Aceh telah mengambil sejumlah sampel organ yang selanjutnya akan menjalani pemeriksaan laboratorium.
EEHV merupakan virus yang secara khusus menyerang gajah dan memiliki risiko tinggi terhadap gajah usia muda. Virus tersebut dapat merusak lapisan pembuluh darah sehingga menyebabkan pendarahan dan gangguan pada organ tubuh. Kondisinya dapat berkembang sangat cepat dan berujung pada kematian dalam waktu singkat.
Penularan virus dapat berlangsung melalui sejumlah cairan tubuh gajah, termasuk sekresi belalai, air liur, dan feses. Kasus infeksi serupa sebelumnya pernah terjadi pada gajah anakan bernama Intan di Conservation Response Unit (CRU) Trumon, Aceh Selatan, pada 2021.
Menyusul kematian Yuna, BKSDA Aceh meningkatkan pengawasan terhadap gajah-gajah binaan, terutama yang masih berusia muda. Pemeriksaan dan deteksi dini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kasus serupa.
Ujang mengatakan pemeriksaan khusus akan dilakukan terhadap beberapa gajah anakan, di antaranya Gerry, Yuyun, dan Dilan. “Kami segera melakukan uji medis dan deteksi dini terhadap gajah anakan lain yang berusia di bawah 14 tahun guna mengantisipasi dan meminimalkan potensi penyebaran virus tersebut,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....