Gelombang Laut Aceh Berpotensi Capai 4 Meter, Nelayan dan Pelayaran Harus Waspada
- 05 Agt 2026 15:36 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Aceh yang berlaku mulai 6 hingga 9 Agustus 2026. Masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna jasa pelayaran, diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca laut yang berpotensi membahayakan.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Khairul Akbar, dalam laporan yang diterima RRI Banda Aceh, Rabu 5 Agustus 2026 menyampaikan gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di Perairan Utara Pidie Jaya–Aceh Besar serta Perairan Aceh Utara–Aceh Timur.
"Sementara itu, gelombang dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Perairan Sabang–Banda Aceh, Perairan Aceh Besar–Meulaboh, Perairan Barat Daya Simeulue, Perairan Aceh Singkil–Pulau Banyak, serta Perairan Selatan Simeulue," katanya.

BMKG menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby serta adanya belokan angin dan konvergensi yang mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Aceh. Kecepatan angin di wilayah Aceh umumnya berkisar 7 hingga 38 knot, dengan angin terkuat terpantau di perairan Aceh Besar–Meulaboh, Sabang–Banda Aceh, dan Perairan Utara Pidie Jaya–Aceh Besar.

Laporan dari lapangan juga menunjukkan kondisi angin yang cukup kuat. Kapten Kapal KN SAR Kresna, Supriadi, yang melaporkan langsung dari kapal KN SAR Kresna saat bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, mengatakan angin kencang melanda perairan Banda Aceh pada Rabu sore.
"Kecepatan angin mencapai 36 knot atau sekitar 64,8 kilometer per jam. Kami mengimbau seluruh pengguna jasa pelayaran dan nelayan agar berhati-hati saat beraktivitas di laut," kata Supriadi dalam laporan yang diterima RRI.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....