Karhutla di Aceh Barat Mereda usai Diguyur Hujan

  • 05 Agt 2026 11:53 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Meulaboh – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Barat sejak 17 Juli 2026 telah membakar sekitar 20,5 hektare lahan. Meski demikian, hujan yang mengguyur kawasan tersebut sejak Senin 3 Agustus 2026 malam membuat titik panas (hotspot) tidak lagi terpantau hingga Selasa 4 Agustus 2026.

Berdasarkan laporan terbaru Pusdalops PB BPBD Kabupaten Aceh Barat yang diterima Selasa 4 Agustus 2026 pukul 22.30 WIB, kebakaran tersebar di lima kecamatan, yakni Meureubo, Johan Pahlawan, Samatiga, Woyla Barat, Bubon, dan Arongan Lambalek. Lokasi kebakaran berada pada area lahan sawit hingga hutan gambut.

Dari total luasan lahan yang terbakar, sebagian besar lokasi telah berhasil dikendalikan dengan tingkat pemadaman mencapai sekitar 95 persen. Sementara itu, titik kebakaran di Gampong Gunong Kleng, Kecamatan Meureubo, dilaporkan telah berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Meski kondisi terus membaik, BPBD Aceh Barat mencatat adanya penambahan area terdampak akibat bara api yang masih menyala di bawah permukaan tanah. Perambatan api teridentifikasi di kawasan Putroe Ijo, Gampong Leuhan, Kebun, serta Ujong Tanoh Darat ADB.

Hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa, korban terdampak maupun pengungsi akibat kejadian tersebut.

Pada Selasa 4 Agustus 2026, tim gabungan menghentikan sementara proses pemadaman dan beralih melakukan pemantauan di sejumlah lokasi terdampak. Langkah ini dilakukan setelah hujan membantu menekan perkembangan api dan tidak lagi ditemukan titik panas di kawasan karhutla.

Sebelumnya, upaya penanganan dilakukan secara intensif oleh tim gabungan melalui pemadaman darat, penyekatan api, pemantauan menggunakan drone termal, operasi water bombing, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang difasilitasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Penanganan karhutla melibatkan BPBD Aceh Barat, sejumlah pos pemadam kebakaran, TNI, Polri, BNPB, masyarakat, serta Unit Kegiatan Mahasiswa Penanggulangan Kebencanaan Universitas Teuku Umar (UTU).

BPBD Aceh Barat menyatakan pemantauan akan terus dilakukan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama di lokasi yang masih berpotensi mengalami kebakaran akibat bara yang tersisa di bawah permukaan lahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....