WCD Aceh: Persoalan Sampah Tak Bisa Dibebankan ke Petugas Kebersihan

  • 05 Agt 2026 09:33 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh: World Clean Up Day (WCD) Aceh menilai kolaborasi antarkomunitas, pemerintah, lembaga pendidikan, hingga sektor swasta menjadi faktor penting dalam menyelesaikan persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah. Upaya tersebut terus didorong melalui berbagai aksi lingkungan, diskusi publik, hingga kegiatan plogging yang rutin dilaksanakan bersama masyarakat.

Leader WCD Aceh, Lutfi, mengatakan tantangan terbesar saat ini bukan hanya mengubah perilaku masyarakat dalam membuang sampah, tetapi juga membangun kesadaran berbagai pihak untuk bergerak bersama. Menurutnya, masih ada anggapan bahwa persoalan sampah sepenuhnya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan. "Masih ada yang bilang, 'Sudah ada petugasnya kok.' Padahal kalau kita saling membantu membuang sampah pada tempatnya, pekerjaan itu tentu akan jauh lebih ringan," kata Lutfi saat diwawancarai RRI pada Jumat 31 Juli 2026.

Selain itu, WCD Aceh juga menghadapi tantangan ketika mengajak berbagai instansi maupun komunitas untuk berkolaborasi dalam kegiatan lingkungan. Lutfi menyebut proses komunikasi yang panjang hingga anggapan bahwa komunitas datang untuk meminta bantuan dana sering kali menjadi hambatan dalam membangun kerja sama. "Padahal kita datang ingin berdiskusi dan mencari solusi bersama, bukan semata-mata meminta dukungan materi," ujarnya.

Meski demikian, WCD Aceh terus berupaya memperluas kolaborasi melalui berbagai kegiatan edukasi yang melibatkan relawan lintas sektor. Komunitas tersebut juga membuka kesempatan bagi sekolah, organisasi kepemudaan, lembaga pemerintah maupun swasta yang ingin mengadakan aksi lingkungan bersama sesuai kebutuhan masing-masing.

Dalam waktu dekat, WCD Aceh kembali menggelar aksi plogging sebagai rangkaian menuju peringatan World Clean Up Day 2026. Kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus menjadi sarana edukasi sebelum pelaksanaan aksi puncak yang akan melibatkan ribuan relawan dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh.

Berdasarkan data WCD Aceh, pelaksanaan World Clean Up Day tahun sebelumnya berhasil menghimpun sekitar 536 relawan dari 11 kabupaten dan kota dengan total sampah yang dikumpulkan mencapai sekitar 5,5 ton. Sampah tersebut terdiri atas sampah organik, sampah daur ulang, residu, hingga limbah B3 yang seluruhnya didata sebagai bahan evaluasi program pengelolaan sampah di masa mendatang.

Lutfi berharap semakin banyak pihak yang melihat persoalan sampah sebagai tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah ataupun komunitas lingkungan. "Kalau kita jalan bareng-bareng, saya yakin banyak ide yang bisa lahir untuk menyelesaikan persoalan sampah di Aceh," tuturnya, seraya mengajak masyarakat menjadikan aksi kecil sebagai langkah nyata menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....