WCD Aceh Ajak Masyarakat Kelola Sampah lewat Aksi Plogging

  • 05 Agt 2026 09:28 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - World Clean Up Day (WCD) Aceh yang diperingati setiap tanggal 31 Juli 2026 merupakan momentum untuk kembali mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap persoalan sampah melalui aksi plogging dan kegiatan bersih lingkungan. Edukasi tersebut disampaikan dalam dialog "Cek Cerita Kamu" di Pro 2 RRI Banda Aceh yang menghadirkan Leader WCD Aceh, Lutfi, bersama anggota Divisi Database and Research WCD Aceh, Rafika Syifa.

Menurut Lutfi, WCD Aceh merupakan bagian dari jaringan World Clean Up Day Indonesia yang berfokus pada isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. "Jadi kita tidak cuma bicara kutip sampah saja, tetapi juga bagaimana masyarakat mulai mengelola sampah dari rumah, memahami jenis sampah, sampai proses pengolahannya," ujar Lutfi.

Ia menjelaskan, aksi plogging yang rutin dilaksanakan setiap Car Free Day bukan sekadar memungut sampah yang berserakan di ruang publik. Setelah seluruh sampah terkumpul, relawan melakukan pemilahan berdasarkan jenisnya sebelum ditimbang dan disalurkan ke bank sampah sebagai bahan daur ulang maupun pengolahan lanjutan. "Kita tidak ingin hanya memungut sampah, tetapi juga menghasilkan data yang bisa dimanfaatkan siapa saja, baik komunitas maupun pemerintah," katanya.

Sementara itu, Rafika Syifa mengatakan keterlibatannya di WCD Aceh berawal dari kepeduliannya terhadap persoalan sampah yang semakin kompleks. Lulusan bidang kesehatan masyarakat tersebut memilih bergabung di Divisi Database and Research karena ingin berkontribusi melalui pengumpulan data yang menjadi dasar penyusunan berbagai program lingkungan. "Kontribusi kecil yang kita lakukan sekarang akan memberikan dampak yang besar ke depan," ujarnya.

Data yang dikumpulkan WCD Aceh menunjukkan sampah botol plastik, sedotan, dan kemasan makanan menjadi jenis sampah yang paling banyak ditemukan saat kegiatan plogging. Seluruh data tersebut kemudian diolah untuk melihat pola timbulan sampah sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam menentukan strategi edukasi masyarakat pada kegiatan berikutnya.

Selain mengajak masyarakat memungut sampah, WCD Aceh juga terus mendorong perubahan gaya hidup ramah lingkungan melalui kebiasaan membawa tumbler dan wadah makan sendiri ketika mengikuti berbagai kegiatan komunitas. Langkah tersebut dinilai mampu mengurangi penggunaan plastik sekali pakai sekaligus memberi contoh nyata bahwa pengurangan sampah dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

WCD Aceh berharap semakin banyak masyarakat, komunitas, lembaga pendidikan, dunia usaha hingga instansi pemerintah yang terlibat dalam gerakan menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Melalui kolaborasi yang konsisten, edukasi berbasis aksi dan data diharapkan mampu membangun kesadaran bersama bahwa penyelesaian persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....