Sebaran Titik Panas di Aceh Mulai Berkurang

  • 04 Agt 2026 18:02 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi dua titik panas (hotspot) di Provinsi Aceh berdasarkan hasil pemantauan satelit pada Senin 3 Agustus 2026. Kedua titik panas tersebut berada di Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Nabila, dalam laporannya yang diterima RRI Banda Aceh, Selasa 4 Agustus 2026, menyebutkan hasil pantauan Sensor MODIS dari Satelit Terra, Aqua, dan Suomi NPP serta NOAA20/VIIRS menunjukkan terdapat dua titik panas di Aceh dengan tingkat kepercayaan sedang.

"Jumlah titik panas mengalami penurunan signifikan dibandingkan sehari sebelumnya. Pada pemantauan sebelumnya, BMKG mencatat sebanyak 55 titik panas yang tersebar di Aceh, dengan konsentrasi terbanyak berada di wilayah Kabupaten Aceh Barat," kata Nabila.

Menurutnya, penurunan jumlah titik panas dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang tidak sepanas hari sebelumnya. Suhu udara yang lebih rendah menyebabkan potensi munculnya titik panas berkurang, meski kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap perlu ditingkatkan.

BMKG menjelaskan, informasi titik panas merupakan hasil pemantauan satelit yang menjadi indikator awal potensi kebakaran hutan dan lahan. Namun, keberadaan hotspot tidak selalu menunjukkan telah terjadi kebakaran sehingga tetap memerlukan verifikasi langsung di lapangan oleh instansi terkait.

BMKG mengimbau pemerintah daerah, petugas terkait, dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi karhutla, terutama di daerah yang sebelumnya terdeteksi memiliki banyak titik panas, serta segera melakukan penanganan apabila ditemukan indikasi kebakaran di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....