AIMI Daerah Aceh Awali Pekan Menyusui Dunia dari Desa
- 03 Agt 2026 09:48 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Aceh Besar - Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Daerah Aceh, dr. Niken Asri Utami mengatakan bahwa Pekan Menyusui Dunia bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan gerakan bersama untuk memastikan setiap ibu, memperoleh dukungan selama menjalani proses menyusui.
Adapun rangkaian Pekan Menyusui Dunia 2026, diawali dengan Kick Off World Breastfeeding Week (WBW), telah dimulai melalui kegiatan Saweu Gampong bertema "Menyusui untuk Awal Kehidupan Berkelanjutan: Perkuat Apa yang Sudah Berjalan dengan Baik”, di Balai Desa Bueng Sidom, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, pada Sabtu, 1 Agustus 2026.
dr. Niken menjelaskan dengan mengusung tema global tersebut, AIMI Aceh mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk memperkuat berbagai praktik yang telah terbukti mendukung keberhasilan menyusui, mulai dari dukungan keluarga, pelayanan kesehatan yang berkualitas, hingga terciptanya lingkungan yang ramah bagi ibu menyusui di tingkat komunitas. Melalui pendekatan Saweu Gampong atau berkunjung langsung ke desa, AIMI Aceh ingin membawa edukasi menyusui lebih dekat kepada masyarakat, sehingga dukungan terhadap ibu menyusui tumbuh dari keluarga dan lingkungan terdekat.
“Kegiatan yang sudah sukses kita laksanakan tersebut, menjadi penanda dimulainya rangkaian Pekan Menyusui Dunia 2026 di Aceh yang diperingati setiap 1–7 Agustus di lebih dari 120 negara, sementara di Indonesia berbagai kegiatan edukasi berlangsung sepanjang bulan Agustus. Bahkan diikuti hampir 100 anggota masyarakat yang terdiri atas ibu hamil, ibu menyusui, 39 ibu balita, 20 lansia, balita, kader kesehatan, kader PKK, serta perangkat gampong,” jelasnya kepada RRI, pada Senin, 3 Agustus 2026.
Adapun sesi edukasi pertama menghadirkan dr. Putri Kartika Listya, yang membawakan materi "Pentingnya Dukungan Keluarga dalam Keberhasilan Menyusui". Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa dukungan suami dan keluarga, menjadi salah satu faktor terpenting dalam keberhasilan menyusui. Dukungan tersebut dapat berupa pendampingan emosional, membantu pekerjaan rumah tangga, memastikan ibu memperoleh waktu istirahat yang cukup, hingga memberikan motivasi ketika ibu menghadapi berbagai tantangan selama menyusui.
Selain membahas keberhasilan menyusui, peserta juga memperoleh edukasi mengenai Program Keluarga Berencana (KB) dari Tim Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. Melalui sesi ini, peserta dikenalkan berbagai pilihan metode kontrasepsi yang aman digunakan setelah persalinan sehingga keluarga dapat merencanakan kehamilan berikutnya tanpa mengganggu keberhasilan pemberian ASI.
| Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Aceh |
Sebagai bentuk apresiasi kepada keluarga yang berhasil memberikan ASI sesuai rekomendasi, AIMI Daerah Aceh bersama TP PKK Kabupaten Aceh Besar, menyerahkan Sertifikat " Lulus ASI Ekslusif 6 Bulan," kepada sejumlah ibu. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Senam Pijat Oksitosin, yaitu latihan sederhana yang membantu merangsang hormon oksitosin sehingga mendukung kelancaran pengeluaran ASI, dan diakhiri dengan pembagian doorprize kepada peserta.
Mewakili Ketua TP PKK Kabupaten Aceh Besar, Nelli Ulfiati berharap Pekan Menyusui Dunia tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan nyata dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
Salah seorang peserta, Ibu Susi (29) yang tengah mengandung anak keduanya, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru melalui kegiatan tersebut.
"Saya senang sekali bisa mengikuti kegiatan ini. Saya jadi lebih memahami bahwa keberhasilan menyusui bukan hanya tugas seorang ibu, tetapi membutuhkan dukungan seluruh keluarga. Pengetahuan ini membuat saya semakin yakin untuk memberikan ASI kepada bayi saya nanti," tuturnya.
Melalui Saweu Gampong, AIMI Daerah Aceh berharap Pekan Menyusui Dunia 2026 menjadi awal dari gerakan bersama untuk membangun budaya yang semakin mendukung ibu menyusui di Aceh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....