Ketergantungan Emosional dalam Pacaran Berpotensi Ganggu Proses Belajar

  • 01 Agt 2026 11:21 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh: Ketergantungan emosional dalam hubungan pacaran berpotensi mengganggu proses belajar dan perkembangan diri generasi muda. Hal itu disampaikannya dalam dialog Obrolan Santai Islami (OSSI) Pro 2 RRI Banda Aceh pada Kamis 30 Juli 2026.

Menurut Esti, setiap orang membutuhkan motivasi untuk menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk dalam menempuh pendidikan. Namun, motivasi tersebut sebaiknya tidak bergantung sepenuhnya kepada pasangan karena dapat berdampak pada kondisi emosional ketika hubungan mengalami masalah.

"Kebutuhan akan motivasi itu valid. Hanya saja ketika kita menyandarkan kebutuhan itu kepada orang lain, menurut kami sendiri apakah itu sehat? Tidak," ujarnya. Ia menambahkan bahwa seseorang tidak seharusnya menggantungkan kebahagiaan kepada manusia karena setiap individu bertanggung jawab atas masa depan dan dirinya sendiri.

Esti menjelaskan, ketergantungan emosional dapat membuat seseorang kehilangan semangat belajar ketika hubungan asmara berakhir. Ia mencontohkan, seseorang bisa menjadi malas bersekolah, enggan mengerjakan tugas, bahkan kehilangan motivasi karena tidak lagi memiliki pasangan yang selama ini dianggap sebagai penyemangat.

Selain memengaruhi proses belajar, hubungan yang belum terikat secara resmi juga dinilai rentan memunculkan kecemasan dan kelelahan emosional. Menurut Esti, rasa khawatir akan kehilangan pasangan maupun keinginan untuk selalu mendapatkan perhatian dapat menguras energi psikologis sehingga berdampak pada produktivitas sehari-hari.

"Jangan pernah menggantungkan kebahagiaan kamu kepada manusia," katanya. Ia mengajak generasi muda membangun motivasi dari tujuan hidup, pengembangan diri, dan kedekatan kepada Allah sehingga semangat belajar tidak mudah goyah oleh persoalan hubungan asmara.

Esti berharap generasi muda lebih fokus mempersiapkan diri melalui pendidikan, pengembangan potensi, dan peningkatan kualitas diri sebelum memasuki jenjang pernikahan. Menurutnya, motivasi yang lahir dari dalam diri akan lebih mampu menjaga konsistensi belajar sekaligus membentuk pribadi yang matang dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....