Progres Huntap Aceh Capai 4,9 Persen, Pembangunan Terus Dipercepat
- 28 Jul 2026 12:00 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Pemerintah terus memprioritaskan penyelesaian pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh. Hingga akhir Juli 2026, progres pembangunan huntap di provinsi tersebut telah mencapai sekitar 4,9 persen dan akan terus dipercepat melalui dukungan anggaran yang telah dialokasikan tahun ini.
Berdasarkan data Satgas PRR Sumatra per 25 Juli 2026, kebutuhan hunian tetap di Aceh mencapai 34.727 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 401 unit telah selesai dibangun, sementara 1.832 unit masih dalam tahap pengerjaan.
Selain pembangunan hunian tetap, pemerintah juga terus memastikan kebutuhan tempat tinggal sementara bagi masyarakat terdampak bencana tetap terpenuhi. Tercatat sebanyak 18.867 unit hunian sementara (huntara) telah selesai dibangun di Aceh dan 18.805 unit telah dihuni oleh warga.
Data tersebut juga menunjukkan masih terdapat 129 kepala keluarga pengungsi non-DTH yang menempati gedung pemerintah maupun rumah masyarakat, sedangkan tidak ada lagi pengungsi yang tinggal di tenda.
| Baca juga: Kasus HIV Banda Aceh Capai 918 Orang |

Kepala Posko Wilayah Aceh Satuan Tugas Pemulihan dan Rehabilitasi (Satgas PRR) Sumatra yang juga Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA, mengatakan fokus utama pemerintah saat ini adalah menuntaskan pembangunan hunian tetap agar para penyintas segera memiliki tempat tinggal yang layak dan permanen.
"Fokus pemerintah saat ini adalah penyelesaian hunian tetap. Di Aceh progresnya sudah mencapai sekitar 4,9 persen. Tahun ini juga sudah dialokasikan anggaran untuk menyelesaikan sebagian pembangunan hunian tetap," kata Safrizal kepada awak media, Jumat 24 Juli 2026.
Safrizal menegaskan, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah akan terus mengawal percepatan pembangunan huntap hingga seluruh target dapat direalisasikan. Menurutnya, penyelesaian hunian tetap menjadi bagian penting dari upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....