Madu Trigona Jadi Bagian Upaya Konservasi Alam di Jantho

  • 09 Jul 2026 18:09 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Budidaya madu trigona dinilai menjadi salah satu cara menjaga kelestarian ekosistem sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat di Jantho, Aceh Besar. Upaya tersebut terus didorong menjelang peringatan Hari Konservasi Alam Nasional 2026 yang diperingati setiap 10 Agustus.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bersama berbagai komunitas dan lembaga mengampanyekan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati melalui penanaman pohon pakan lebah. Kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian Road to Hari Konservasi Alam Nasional.

Perwakilan BKSDA Aceh, Irmayuni, menjelaskan penanaman pohon menjadi langkah penting untuk mendukung keberlanjutan budidaya lebah trigona. Ketersediaan pakan dinilai menjadi faktor utama keberhasilan produksi madu masyarakat.

Selain menjaga populasi lebah, penanaman pohon juga berkontribusi mempertahankan tutupan hutan di kawasan Jantho. Kawasan tersebut dikenal memiliki keanekaragaman hayati yang menjadi habitat berbagai satwa liar.

Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) turut mengenalkan program konservasi orangutan yang dijalankan bersamaan dengan pemberdayaan masyarakat. Pendekatan itu menggabungkan perlindungan alam dan peningkatan kesejahteraan warga melalui budidaya madu.

Dalam diskusi yang berlangsung pada rangkaian kegiatan, peserta juga menyoroti ancaman kerusakan lingkungan di kawasan Daerah Aliran Sungai Krueng Aceh. Aktivitas ilegal dinilai berpotensi merusak hutan serta mengancam sumber air bersih masyarakat Jantho hingga Banda Aceh.

Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 70 peserta dari berbagai unsur, termasuk masyarakat peternak lebah, pemerintah, lembaga konservasi, dunia usaha, dan komunitas pemuda. Kolaborasi itu diharapkan memperkuat upaya menjaga kawasan Jantho tetap hijau dan produktif.

Perwakilan masyarakat peternak lebah Jantho menilai kolaborasi lintas sektor perlu dilakukan secara berkelanjutan. Menurut mereka, pelestarian hutan dan pengembangan madu trigona merupakan dua hal yang saling mendukung dalam mewujudkan konservasi alam berbasis masyarakat.

Melalui rangkaian Road to Hari Konservasi Alam Nasional 2026, BKSDA Aceh berharap semakin banyak masyarakat terlibat dalam menjaga ekosistem. Konservasi dinilai tidak hanya melindungi alam, tetapi juga menciptakan manfaat ekonomi bagi warga melalui usaha yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....