FK USK Gelar Forum Internasional Bahas Kesehatan Pengungsi
- 01 Jul 2026 20:06 WIB
- Banda Aceh
Poin Utama
- Lebih dari 350 peserta dari belasan negara mengikuti forum internasional GALAXY 3.0 x WORLD 2026 yang diselenggarakan FK USK bersama CIMSA FK USK.
- Forum menghadirkan narasumber dari MSF Spanyol dan UNHCR Indonesia untuk membahas pelayanan kesehatan dan perlindungan bagi pengungsi.
- Kegiatan menjadi wadah kolaborasi mahasiswa lintas negara dalam merespons tantangan kesehatan dan krisis kemanusiaan global.
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) bersama Center for Indonesian Medical Students' Activities (CIMSA) FK USK menggelar forum dan kompetisi internasional Global Student Awards for Health of Syiah Kuala University (GALAXY) 3.0 x Weaving Outlooks for Refugee League and Dialogue (WORLD) 2026. Kegiatan yang berlangsung secara daring pada Minggu, 28 Juni 2026 itu diikuti lebih dari 350 peserta dari belasan negara.
Forum bertema "Shared Responsibility: Enhancing Clinical Excellence and Humanitarian Synergy for Refugees" tersebut menjadi wadah kolaborasi mahasiswa lintas negara untuk membahas isu kesehatan dan kemanusiaan, khususnya pelayanan kesehatan bagi pengungsi.
Peserta berasal dari berbagai negara, antara lain Indonesia, Sudan, Thailand, Mesir, Filipina, Pakistan, Tiongkok, Bangladesh, Rwanda, Turki, India, serta negara lainnya. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, seperti kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, keperawatan, kesehatan masyarakat, kedokteran hewan, hingga peserta dari bidang nonkesehatan.
Sebagai forum akademik internasional, kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber dari lembaga global. Sesi kuliah umum disampaikan dr. Lukman Hakim dari Médecins Sans Frontières (MSF) Spanyol yang membahas tantangan pelayanan kesehatan di wilayah krisis kemanusiaan. Sementara sesi simposium menghadirkan Lintang Kinasih Wijayani dari United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) Indonesia yang mengulas perlindungan serta hak kesehatan bagi para pengungsi.
Diskusi juga diperkuat melalui sesi panel bersama perwakilan National Member Organization (NMO) International Federation of Medical Students' Associations (IFMSA) dari Indonesia, India, dan Turki yang membahas pelayanan kesehatan, perlindungan pengungsi, serta pentingnya kolaborasi lintas negara dalam merespons krisis kemanusiaan.
Project Officer GALAXY 3.0 x WORLD 2026, Adib Fathurrahman Eminel, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menghadirkan ruang belajar sekaligus kolaborasi bagi mahasiswa dari berbagai negara untuk merumuskan solusi yang inovatif dan inklusif.
"Sinergi antarprofesi dan antarbangsa menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak krisis maupun pengungsian," ujarnya.
Sementara itu, Local Coordinator CIMSA FK USK, Ikhwan Syafawi, menilai penyelenggaraan forum tersebut menunjukkan mahasiswa memiliki kepedulian dan kapasitas untuk merespons isu global melalui aksi nyata. Menurutnya, kegiatan itu diharapkan menjadi awal penguatan kolaborasi internasional dalam mengadvokasi isu-isu pengungsi.
Forum ini juga menjadi bagian dari komitmen FK USK dan CIMSA FK USK dalam membangun ruang akademik bertaraf internasional yang mendorong lahirnya calon tenaga kesehatan berdaya saing global sekaligus memiliki kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan. (*)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....