Minat Baca dan Daya Kritis Penting untuk Generasi Muda

  • 30 Jun 2026 22:11 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Rendahnya tingkat literasi dinilai menjadi salah satu akar pemicu berbagai problematik sosial di kalangan remaja, mulai dari maraknya penyebaran berita bohong (hoaks) hingga konflik akibat salah paham. Literasi modern kini dituntut tidak sekadar bebas buta aksara, melainkan kemampuan berpikir kritis.

Hal tersebut mengemuka dalam dialog interaktif "Cek Kamu Cerita" yang diinisiasi oleh RRI Pro 2 Banda Aceh bekerja sama dengan Generasi Emas Indonesia (GESID). Diskusi ini menghadirkan Duta Siswa Literasi Aceh 2025, M. Naufal Rakin, sebagai narasumber pada Jumat 19 Juni 2026.

"Banyak masalah di lingkungan kita yang berakar dari minimnya literasi informasi. Di sinilah literasi hadir sebagai solusi. Jika kita terbiasa membaca situasi secara objektif dan memvalidasi informasi, kita bisa melahirkan aksi berbagi pengetahuan yang mengedukasi masyarakat," ungkap M. Naufal.

Naufal menekankan, untuk mendongkrak minat baca dan daya kritis generasi muda saat ini, pendekatan literasi tidak bisa lagi dilakukan dengan cara-cara konvensional. Ekosistem literasi harus dikemas secara kreatif dan adaptif mengikuti perkembangan zaman.

"Kita harus memanfaatkan media digital, komunitas, hingga ruang siar publik seperti RRI ini untuk mengemas konten literasi secara menarik. Ketika literasi itu seru, anak muda dengan sendirinya akan tertarik untuk ikut membaca situasi dan berkontribusi," jelas Naufal.

Melalui momentum ini, Naufal berharap gerakan literasi di Aceh dapat bergerak lebih masif. Sinergi antara kecakapan menganalisis keadaan dan semangat berbagi diharapkan mampu mencetak generasi emas Aceh yang kritis serta berwawasan luas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....