Disdikbud Aceh Besar Perkuat Kompetensi Guru Demi Mutu Sekolah Rakyat

  • 30 Jun 2026 17:50 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Aceh Besar – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Besar optimistis lulusan Sekolah Rakyat akan memiliki kualitas dan daya saing yang tidak kalah, bahkan berpotensi lebih baik dibandingkan lulusan sekolah reguler. Optimisme tersebut didasarkan pada penerapan kurikulum nasional yang dipadukan dengan sistem pendidikan berasrama dan penguatan kegiatan pengembangan karakter.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Rahmawati, dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Jumat 19 Juni 2026, mengatakan mutu pendidikan di Sekolah Rakyat tetap mengacu pada kurikulum yang berlaku secara nasional. Menurut Rahmawati, perbedaan Sekolah Rakyat dengan sekolah reguler bukan terletak pada kurikulumnya, melainkan pada sasaran peserta didik, fasilitas, serta sistem pembelajaran berbasis asrama (boarding school).

"Kalau berbicara kurikulum, Sekolah Rakyat tetap menggunakan kurikulum yang sama dengan sekolah reguler. Perbedaannya lebih pada fasilitas, sistem asrama, dan penguatan kegiatan pengembangan karakter melalui berbagai aktivitas ekstrakurikuler," ujarnya.

Ia menjelaskan, sistem pendidikan berasrama memberikan ruang yang lebih luas bagi peserta didik untuk mengikuti kegiatan pengembangan diri di luar jam pelajaran. Berbagai aktivitas tersebut dinilai mampu mendukung pembentukan karakter, kepemimpinan, kedisiplinan, serta keterampilan sosial siswa.

Selain memperkuat proses pembelajaran di Sekolah Rakyat, Disdikbud Aceh Besar juga menyiapkan sejumlah langkah untuk meningkatkan mutu pendidikan secara menyeluruh. Salah satunya dengan menghidupkan kembali kelompok belajar guru sebagai wadah peningkatan kompetensi tenaga pendidik.

Rahmawati mengatakan, melalui kelompok belajar tersebut para guru akan secara rutin memperbarui pengetahuan mengenai perkembangan kurikulum, metode pembelajaran, serta berbagai inovasi dalam proses belajar mengajar.

Di samping itu, Disdikbud juga akan mengaktifkan kembali Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan profesionalisme guru sehingga berdampak pada kualitas pembelajaran di kelas.

"Faktor utama dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah kualitas guru. Karena itu, pada 2026 kami mulai memperkuat pengembangan sumber daya pendidik melalui kelompok belajar guru dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran," kata Rahmawati.

Ia meyakini kombinasi antara kurikulum nasional, sistem pendidikan berasrama, dan pembinaan karakter akan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik maupun keterampilan hidup yang lebih baik.

Menurut Rahmawati, keyakinan tersebut juga didasarkan pada penampilan peserta didik Sekolah Rakyat dalam berbagai kegiatan, termasuk saat kunjungan Menteri Sosial beberapa waktu lalu. Meski sekolah tersebut masih dalam tahap awal pengembangan, para siswa telah menunjukkan kemampuan yang dinilai sangat baik.

Rahmawati berharap para peserta didik memanfaatkan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat dengan sungguh-sungguh. Ia menilai program tersebut menjadi harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan berkualitas sekaligus meningkatkan taraf hidup mereka di masa depan. Melalui peningkatan kualitas guru, penerapan kurikulum nasional, serta pembinaan karakter berbasis asrama, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi salah satu motor penggerak lahirnya generasi emas Indonesia menuju tahun 2045.

"Kami berharap anak-anak yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses pendidikan dapat tumbuh menjadi generasi yang berprestasi dan kelak menjadi penerus kepemimpinan di Aceh Besar dalam berbagai bidang," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....