Disdikbud Aceh Besar: Sekolah Rakyat Prioritaskan Anak dari Keluarga Miskin Ekstr
- 30 Jun 2026 17:49 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Aceh Besar – Pemerintah melalui program Sekolah Rakyat menghadirkan konsep pendidikan yang berbeda dari sekolah reguler maupun sekolah berasrama yang telah ada selama ini. Program tersebut dirancang khusus untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Besar, Rahmawati, dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Jumat 19 Juni 2026, mengatakan perbedaan utama Sekolah Rakyat terletak pada sasaran peserta didik, fasilitas, serta sistem pembelajaran yang diterapkan.
Menurut Rahmawati, peserta didik Sekolah Rakyat diprioritaskan berasal dari keluarga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Untuk memastikan bantuan pendidikan tepat sasaran, proses seleksi dilakukan melalui verifikasi yang ketat oleh Dinas Sosial.
"Kalau sekolah reguler terbuka untuk semua masyarakat, sedangkan Sekolah Rakyat memang dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga yang benar-benar membutuhkan sehingga proses verifikasinya dilakukan secara ketat," ujarnya.
Selain sasaran penerima manfaat, Rahmawati menjelaskan seluruh kebutuhan peserta didik di Sekolah Rakyat ditanggung oleh pemerintah. Fasilitas tersebut meliputi seragam, tempat tinggal di asrama, konsumsi, hingga kebutuhan penunjang pendidikan lainnya.
Berbeda dengan sekolah reguler yang umumnya hanya menyediakan layanan pembelajaran dan sejumlah program pendukung, Sekolah Rakyat menerapkan sistem boarding school sehingga peserta didik dapat memperoleh pembinaan akademik maupun pembentukan karakter selama 24 jam.
"Anak-anak tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga mendapatkan pendampingan di asrama. Dengan sistem ini diharapkan proses pembentukan karakter dapat berjalan lebih optimal," kata Rahmawati.
Ia menambahkan, Sekolah Rakyat juga dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu yang mencakup jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Untuk Kabupaten Aceh Besar, pelaksanaan Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2026/2027 masih menggunakan fasilitas sementara di Darussadah dan baru membuka jenjang SMA. Selanjutnya, seluruh aktivitas pendidikan direncanakan berpindah ke lokasi permanen di Kota Jantho mulai tahun ajaran 2027/2028.
Rahmawati menjelaskan, lokasi baru tersebut berdiri di atas lahan seluas sekitar 32 hektare yang sebelumnya dipersiapkan untuk pembangunan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Kini lahan tersebut dimanfaatkan sebagai kawasan pengembangan Sekolah Rakyat yang lebih representatif.
Selain itu, Aceh Besar juga menjadi lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Menengah 2 (SRM 2) di Samahani yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Aceh. Meski pengelolaannya dilakukan pemerintah provinsi, keberadaan sekolah tersebut dinilai memberikan keuntungan bagi masyarakat Aceh Besar karena peluang peserta didik dari daerah setempat untuk diterima diperkirakan lebih besar.
Melalui program Sekolah Rakyat, Pemerintah berharap semakin banyak anak dari keluarga miskin ekstrem memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan yang berkualitas, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sistem pendidikan berasrama yang terintegrasi.
"Kami bersyukur karena Aceh Besar mendapat dua pengembangan Sekolah Rakyat, yaitu lokasi permanen di Kota Jantho dan SRM 2 di Samahani. Ini menjadi peluang besar untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu," ujar Rahmawati.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....