BMKG Deteksi Enam Titik Panas di Aceh, Terbanyak di Lhokseumawe
- 24 Jun 2026 02:52 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh mendeteksi enam titik panas (hotspot) di wilayah Aceh berdasarkan hasil pemantauan satelit pada 22 Juni 2026 pukul 00.00 hingga 16.00 WIB. Temuan tersebut disampaikan Prakirawan BMKG SIM Banda Aceh, Betsi, dalam laporan yang diterima RRI pada Selasa 23 Juni 2026.
Dalam laporan tersebut disebutkan, enam titik panas terpantau melalui Sensor MODIS pada Satelit Terra, Aqua, Suomi NPP, serta sensor NOAA20/VIIRS. Titik panas tersebut tersebar di tiga daerah, yakni Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Aceh Timur, dan Kota Lhokseumawe.
Kota Lhokseumawe menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni tiga titik yang seluruhnya berada di Kecamatan Muara Satu. Sementara itu, Kabupaten Aceh Timur tercatat memiliki dua titik panas di Kecamatan Indra Makmu, dan satu titik panas lainnya terdeteksi di Kecamatan Bubon, Kabupaten Aceh Barat.
Menurutnya, data titik panas tersebut merupakan hasil pemantauan BMKG yang bersumber dari citra satelit dan diperbarui secara berkala sebagai bagian dari sistem peringatan dini kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Aceh.
BMKG mencatat seluruh titik panas yang terpantau memiliki tingkat kepercayaan (confidence level) sebesar 8. Data ini menjadi indikator awal yang perlu diwaspadai karena dapat mengindikasikan adanya aktivitas pembakaran lahan atau kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meskipun masih memerlukan verifikasi lebih lanjut di lapangan.
BMKG mengimbau pemerintah daerah, aparat terkait, serta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama di wilayah yang terdeteksi memiliki titik panas. Pemantauan dan langkah pencegahan dini dinilai penting guna menghindari meluasnya kebakaran yang dapat berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....