Perempuan Aceh Didorong Jadi Motor Perdamaian Dunia

  • 24 Jun 2026 02:56 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Perempuan dinilai memiliki peran strategis dalam menciptakan dan menjaga perdamaian, baik di tingkat keluarga, masyarakat, hingga dunia. Hal itu mengemuka dalam Dialog Disabilitas dan Inklusi RRI Banda Aceh bertajuk “Perempuan Berdaya, Dunia Damai: Peran Inong Aceh di Panggung Global” Minggu 21 Juni 2026.

Branch Manager International Women Peace Group (IWPG) Indonesia, Ana Milana, mengatakan organisasinya merupakan lembaga kemanusiaan internasional yang berfokus pada pemberdayaan perempuan untuk mewujudkan perdamaian dunia yang berkelanjutan dan penghentian perang.

Menurut Ana, perempuan memiliki kekuatan emosional dan naluri melindungi yang menjadikannya agen penting dalam pendidikan perdamaian.

“Kalau kita bisa mengedukasi satu perempuan tentang perdamaian, secara otomatis dia akan meneruskannya kepada anak-anak dan keluarganya. Artinya, satu rumah akan memiliki pemahaman yang sama tentang perdamaian,” kata Ana.

Ia menilai perempuan Indonesia memiliki modal sosial yang kuat berupa budaya gotong royong dan toleransi dalam keberagaman. Potensi tersebut, menurutnya, dapat menjadi kekuatan besar dalam membangun perdamaian di tingkat global.

Ana juga menyoroti sejarah Aceh yang sarat dengan kepemimpinan perempuan. Menurutnya, warisan tokoh-tokoh perempuan Aceh membuktikan bahwa perempuan tidak hanya berperan di ranah domestik, tetapi juga mampu menjadi pemimpin dan penjaga perdamaian.

“Sejarah Aceh adalah bukti nyata bahwa perempuan mampu memimpin dan menjadi penentu arah perdamaian. DNA kepemimpinan dan ketangguhan itu masih ada pada perempuan-perempuan Aceh saat ini,” ujarnya.

Untuk memperkuat peran tersebut, IWPG menjalankan program Peace Leadership Training Education (PLTE) yang memberikan pendidikan perdamaian secara gratis kepada masyarakat. Materi yang diajarkan meliputi penghargaan terhadap perbedaan, pengelolaan emosi, hingga penyelesaian konflik tanpa kekerasan.

Ana menegaskan bahwa perdamaian dunia harus dimulai dari individu dan keluarga.

“Perdamaian bukan hadiah yang kita tunggu, tetapi sesuatu yang harus kita ciptakan dan usahakan bersama,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....