Kerusakan Lingkungan dan Banjir di Aceh Dinilai Akumulasi Masalah Bertahun-tahun

  • 14 Jun 2026 09:13 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh: Banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah di Aceh dalam beberapa tahun terakhir dinilai tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan merupakan akumulasi dari berbagai persoalan lingkungan yang berlangsung dalam jangka panjang.

Hal tersebut disampaikan Dosen Teknik Lingkungan dan Peneliti PSLH UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Ir. Muhammad Haikal, S.T., M.Sc., dalam Dialog Green Radio RRI Banda Aceh, pada Sabtu 13 Juni 2026.

Menanggapi pertanyaan pendengar mengenai hubungan antara penebangan hutan dan banjir yang semakin sering terjadi, Haikal mengatakan bahwa kerusakan lingkungan merupakan proses yang dampaknya baru dirasakan dalam jangka panjang.

"Kerusakan lingkungan itu sifatnya slow disaster atau bencana yang berlangsung perlahan. Dampak yang kita rasakan hari ini bisa jadi merupakan akumulasi dari aktivitas yang terjadi bertahun-tahun lalu," jelasnya.

Selain itu, menurutnya perubahan iklim juga memperparah kondisi karena menyebabkan curah hujan ekstrem yang sulit diprediksi.

"Kita menghadapi anomali cuaca dengan curah hujan yang sangat tinggi. Ketika kondisi lingkungan sudah mengalami tekanan dan kemudian ditambah hujan ekstrem, maka risiko bencana menjadi semakin besar," katanya.

Haikal menambahkan bahwa konversi lahan hijau menjadi kawasan permukiman, komersial, maupun industri turut mengurangi daya dukung lingkungan terhadap air hujan.

"Selama ini kita sering melihat sumber daya alam hanya dari sisi ekonomi. Padahal ketika terjadi bencana, ada kerugian sosial dan ekonomi yang jauh lebih besar yang sering tidak diperhitungkan," ujarnya.

Ia berharap bencana yang terjadi dapat menjadi momentum evaluasi bersama terhadap perencanaan dan pengelolaan lingkungan di Aceh agar lebih berkelanjutan.

(BD)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....