ASDP Ungkap Sumber Ledakan KMP Aceh Hebat 2, Jumlah Korban Bertambah jadi 15 Orang

  • 12 Jun 2026 17:12 WIB
  •  Banda Aceh
Poin Utama
  • 2 diduga bermula dari ruang mesin kapal saat bersandar di Dermaga Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat 12 Juni 2026 sekitar pukul 11.13 WIB.
  • Insiden tersebut mengakibatkan sekitar 15 orang mengalami luka bakar dan harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
  • General Manager ASDP Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, mengatakan peristiwa itu terjadi setelah kapal menyelesaikan proses bongkar muatan dari Pelabuhan Balohan, Sabang.

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Kebakaran yang terjadi di KMP Aceh Hebat 2 diduga bermula dari ruang mesin kapal saat bersandar di Dermaga Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat 12 Juni 2026 sekitar pukul 11.13 WIB. Insiden tersebut mengakibatkan sekitar 15 orang mengalami luka bakar dan harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

General Manager ASDP Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, mengatakan peristiwa itu terjadi setelah kapal menyelesaikan proses bongkar muatan dari Pelabuhan Balohan, Sabang.

"Berdasarkan laporan awal, insiden diduga bermula dari letupan pada sistem hidrolik pintu kedap otomatis di ruang mesin kapal," kata Andri.

Menurutnya, sesaat setelah letupan terjadi, awak kapal langsung menjalankan prosedur keadaan darurat dengan melakukan pemadaman serta mengevakuasi korban yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Berkat respons cepat awak kapal, api berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar tiga hingga empat menit sehingga tidak sempat menjalar ke bagian kapal lainnya.

Hingga kini, sekitar 15 korban yang mengalami luka bakar telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. ASDP menyatakan fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh korban memperoleh perawatan terbaik serta melakukan pendampingan selama proses pemulihan.

ASDP juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan insiden tersebut, termasuk awak kapal, petugas pelabuhan, tim medis, Dinas Pemadam Kebakaran, KSOP, Kepolisian, Kantor Kesehatan Pelabuhan, serta instansi terkait lainnya.

Saat ini, perusahaan masih berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan investigasi dan pemeriksaan menyeluruh guna memastikan penyebab pasti kebakaran.

"ASDP berkomitmen mendukung seluruh proses penanganan dan investigasi serta melakukan evaluasi menyeluruh sebagai bagian dari penguatan standar keselamatan operasional," ujar Andri.

"Kami juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut dan mendoakan agar seluruh korban segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....