BAST Gelar Pameran Arsip Tsunami di MPP Banda Aceh
- 09 Jun 2026 10:26 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Balai Arsip Statis dan Tsunami (BAST) Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) melaksanakan pameran arsip tsunami, dengan tema “PIJAR: Cahaya Keteguhan, Kompas Masa Depan,” di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Banda Aceh, pada 8 hingga 12 Juni 2026.
Plt. Kepala Balai Arsip Statis dan Tsunami, Renny Setyo Lestari mengatakan bahwa pameran ini ingin menunjukkan bahwa arsip tidak hanya menyimpan memori tentang sebuah bencana, tetapi juga merekam nilai-nilai kemanusiaan yang lahir setelahnya.
“Melalui arsip, masyarakat dapat melihat bagaimana semangat gotong royong, solidaritas, dan ketangguhan menjadi modal penting dalam proses pemulihan Aceh,” jelasnya pada Senin, 8 Juni 2026.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banda Aceh, Moch. Ichsan yang membuka secara resmi kegiatan ini, mengapresiasi pelaksanaan pameran, yang bertujuan untuk edukasi dan mitigasi kebencanaan, merawat memori kolektif bangsa, implementasi fungsi pusat studi serta perlindungan arsip.
Sementara itu Arsiparis Ahli Pertama, Eka Husnul Hidayati menjelaskan pameran tidak sekadar mengekspolasi narasi kehancuran fisik, melainkan mengangkat cerita-cerita otentik mengenai ketangguhan manusia. Makna “Pijar” melambangkan percik harapan dan kekuatan bertahan masyarakat Aceh, relawan serta dunia internasional yang menolak takluk pada keterpurukan pasca tsunami 2004. Rekaman memori dalam arsip foto difungsikan, sebagai navigasi historis bagi generasi masa kini dalam membangun budaya siaga bencana dan transformasi sosial.
“Berbeda dari pameran tsunami yang umumnya menampilkan dampak kehancuran akibat bencana, pameran yang diselenggarakan Balai Arsip Statis dan Tsunami (BAST) ini justru mengangkat kisah-kisah ketangguhan manusia, di balik proses pemulihan Aceh. Arsip-arsip foto yang ditampilkan merekam bagaimana para penyintas, relawan, dan masyarakat saling bergandengan tangan untuk bangkit dan membangun kembali kehidupan setelah tragedi tsunami 2004,” ungkapnya
Adapun pameran ini merupakan bagian dari peran BAST sebagai unit pelaksana teknis Arsip Nasional Republik Indonesia yang bertugas menyelamatkan, merawat, dan membuka akses terhadap arsip statis kebencanaan, khususnya arsip tsunami Samudera Hindia 2004 yang telah diakui UNESCO sebagai Memory of the World.
Selain pameran arsip, BAST juga menghadirkan LARASKA (Layanan Restorasi Arsip Keluarga) yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis selama kegiatan berlangsung. Melalui layanan ini, masyarakat dapat berkonsultasi mengenai perawatan arsip keluarga, memperoleh edukasi tentang pencegahan kerusakan arsip, serta mendapatkan bantuan restorasi sederhana terhadap dokumen yang mengalami kerusakan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....