Remaja Diminta Tunda Pernikahan, Siapkan Dulu Mental dan Ekonomi

  • 09 Jun 2026 08:11 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Psikolog Puspaga Kota Banda Aceh, Lisdayani, mengingatkan remaja agar tidak terburu-buru menikah. Pernikahan memerlukan kesiapan mental, emosional, pendidikan, dan ekonomi yang matang.

Menurutnya, masa remaja merupakan periode belajar, berkembang, dan mengejar cita-cita. Karena itu, remaja perlu fokus mempersiapkan masa depan yang lebih berkualitas.

Lisdayani mengatakan menunda pernikahan bukan berarti menunda kebahagiaan. Langkah tersebut justru menjadi upaya mempersiapkan kehidupan yang lebih sehat dan sejahtera.

“Menjadi remaja hebat bukan tentang cepat menikah, tetapi mempersiapkan diri dengan baik,” ujarnya. Pernyataan itu disampaikan dalam Dialog Perempuan dan Anak, Senin, 8 Juni 2026.

Ia menjelaskan pernikahan memiliki persoalan yang kompleks. Karena itu, keputusan menikah tidak cukup hanya didasarkan pada perasaan cinta.

Menurut Lisdayani, pernikahan usia dini masih ditemukan di sejumlah daerah. Kondisi tersebut umumnya terjadi akibat minimnya edukasi mengenai risiko pernikahan.

Ia menilai banyak remaja belum memiliki kesiapan reproduksi saat menikah muda. Risiko kesehatan ibu dan anak dapat meningkat apabila kehamilan terjadi terlalu dini.

“Pernikahan dini perlu dipertimbangkan kembali karena menyangkut kesiapan fisik, mental, dan ekonomi,” katanya. Selain itu, risiko stunting juga perlu menjadi perhatian keluarga.

Lisdayani mengajak orang tua dan tenaga pendidik memperkuat edukasi kepada remaja. Upaya tersebut penting agar generasi muda mampu merencanakan masa depan secara bijak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....