Banda Aceh Mulai Terapkan Pengelolaan Sampah Berbasis Rumah Tangga

  • 30 Mei 2026 00:42 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Kota Banda Aceh dinilai memiliki langkah yang lebih maju dibanding sejumlah daerah lain di Aceh dalam pengelolaan limbah domestik rumah tangga. Penilaian tersebut disampaikan Sekretaris Pusat Studi Lingkungan Hidup UIN Ar-Raniry, Syarifah Seicha Fathma saat dialog interaktif di RRI Pro 1 Banda Aceh, Sabtu 23 Mei 2026.

Menurutnya, persoalan sampah saat ini tidak hanya dipengaruhi jumlah penduduk, tetapi juga perubahan pola hidup masyarakat modern. Penggunaan layanan pesan antar makanan dan meningkatnya konsumsi plastik sekali pakai menjadi penyumbang utama bertambahnya volume sampah rumah tangga.

“Kita lihat sekarang makanan dibungkus berlapis-lapis. Ada bungkus makanan, plastik tambahan, sampai kantong luar lagi. Itu membuat jumlah sampah semakin tinggi,” kata Syarifah Seicha Fathma.

Ia menjelaskan, volume sampah di Banda Aceh terus meningkat sehingga berdampak pada kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kondisi TPA Gampong Jawa disebut sudah melebihi batas ideal dan saat ini hanya difungsikan sebagai tempat transit sampah sebelum dikirim ke TPA Regional Blang Bintang.

Meski demikian, Syarifah menilai Banda Aceh sudah memiliki sistem pengelolaan sampah yang lebih baik dibanding sejumlah kabupaten dan kota lain di Aceh. Salah satu upaya yang dilakukan ialah penerapan Waste Collecting Point di tingkat lingkungan masyarakat.

“Di Kota Banda Aceh ada subsistem pengolahan paling kecil di sumber namanya Waste Collecting Point. Sekitar 20 sampai 30 rumah sudah mulai memilah sampah,” ujarnya.

Ia mengatakan peran ibu rumah tangga sangat penting dalam keberhasilan pengelolaan sampah berbasis rumah tangga. Menurutnya, pemilahan sampah sejak dari rumah menjadi langkah utama untuk mengurangi penumpukan di TPA.

Syarifah berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah terus meningkat. Ia menilai pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dan kebiasaan memilah sampah perlu menjadi budaya bersama demi menjaga lingkungan Kota Banda Aceh tetap bersih dan sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....