Banda Aceh Hadapi Ancaman Overload Sampah Domestik
- 25 Mei 2026 10:09 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Sekretaris Pusat Studi Lingkungan Hidup UIN Ar-Raniry, Ir. Syarifah Seicha Fathma, M.T. menyebut sampah domestik Banda Aceh terus meningkat. Peningkatan volume sampah dipicu pertumbuhan penduduk dan perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan. Kondisi tersebut menyebabkan tempat pembuangan akhir mengalami kelebihan kapasitas.
Syarifah mengatakan TPA Gampong Jawa kini sudah overload. Sampah Banda Aceh selanjutnya dipindahkan menuju TPA regional Blang Bintang. “Penyebab overload karena meningkatnya jumlah penduduk dan konsumsi sampah masyarakat,” ujarnya dalam Dialog Green Radio, Sabtu, 23 Mei 2026.
Menurutnya, kebiasaan membeli makanan daring memperbesar penggunaan plastik sekali pakai. Sampah makanan dan kemasan akhirnya terus menumpuk di tempat pembuangan akhir.

Ia menjelaskan persoalan utama berasal dari sampah yang tidak dipilah sejak rumah tangga. Seluruh sampah akhirnya bercampur dan sulit dikelola kembali. “Permasalahan sebenarnya karena sampah tidak terpilah di sumber,” katanya.
| Baca juga: Kasus HIV Banda Aceh Capai 918 Orang |
Syarifah menilai Banda Aceh sudah memiliki regulasi pengelolaan sampah cukup baik. Pemerintah kota juga memiliki program pengurangan plastik sekali pakai.
Selain itu, Banda Aceh telah menerapkan program Waste Collecting Point di sejumlah gampong. Program tersebut mendorong masyarakat memilah sampah dari rumah masing-masing.
Menurutnya, sampah plastik yang dipilah memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Sampah tersebut dapat dijual kembali kepada pihak pengelola daur ulang. Ia mengimbau masyarakat mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Warga juga diminta membiasakan pengolahan sampah organik secara mandiri di rumah.
“Setengah sampah rumah tangga merupakan sampah organik dan bisa dijadikan kompos,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....