Pakar Teknologi Ingatkan Batasi Screen Time Anak

  • 24 Mei 2026 07:02 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh — Praktisi teknologi sekaligus Business and Community Lead Telkom AI Connect Aceh, Jurnalis JH, mengingatkan orang tua untuk membatasi waktu penggunaan gawai atau screen time anak guna mencegah kecanduan digital dan paparan konten berbahaya.

Dalam dialog “Indonesia Layak Anak” di RRI Banda Aceh, Minggu 10 Mei 2026, ia mengatakan penggunaan smartphone kini sudah menjadi kebutuhan sehari-hari bagi anak-anak, terutama karena tuntutan pendidikan dan komunikasi dengan keluarga.

Namun menurutnya, banyak orang tua belum memahami risiko yang muncul dari penggunaan media sosial dan internet tanpa pengawasan.

“Kalau screen time tidak dibatasi, anak-anak akan kecanduan. Ketika gadget diambil, mereka bisa tantrum karena merasa kenyamanannya terganggu,” katanya.

Ia menyebut media sosial menjadi salah satu pintu masuk berbagai ancaman seperti cyber bullying, paparan pornografi, game online adiktif, hingga pinjaman online yang menyasar pengguna muda.

Menurutnya, anak-anak sering kali menerima konten negatif tanpa sengaja karena algoritma media sosial terus merekomendasikan berbagai informasi kepada pengguna.

Ia juga menyoroti penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang mulai banyak diakses anak-anak. Menurutnya, AI dapat membantu mencari informasi, tetapi berisiko jika dijadikan satu-satunya sumber pengetahuan.

“Bahayanya kalau anak menjadikan AI sebagai sumber utama ilmu pengetahuan tanpa penyaringan informasi,” ujarnya.

Jurnalis JH menilai orang tua harus meningkatkan literasi digital agar tidak kalah memahami teknologi dibanding anak-anaknya. Salah satu langkah yang disarankan yakni menggunakan fitur parental control untuk memantau aktivitas digital anak.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya quality time dalam keluarga agar anak tidak menjadikan gadget sebagai pelarian utama.

“Orang tua harus meluangkan waktu bersama anak, mengajak aktivitas non digital seperti olahraga, membaca buku, atau bermain di luar rumah,” katanya.

Ia menambahkan pengawasan terhadap aktivitas digital anak di bawah usia 17 tahun perlu dilakukan secara penuh demi melindungi mereka dari berbagai ancaman di internet.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....