Kemendagri Kirim 21 Unit Alat Berat ke Aceh Tengah, Bantu Pemulihan pasca bencana
- 19 Mei 2026 16:27 WIB
- Banda Aceh
Poin Utama
- Kemendagri Kirim 21 Unit Alat Berat ke Aceh Tengah
- Bantu Pemulihan pasca bencana di Aceh Tengah
- Sejumlah kawasan di perbukitan Aceh Tengah dilaporkan masih terisolasi atau mengalami gangguan akses mobilitas
RRI.CO.ID, Aceh Tengah – Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bergerak cepat merespons permohonan Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, dengan mengirimkan 21 unit alat berat. Bantuan armada ini dialokasikan penuh untuk mempercepat penanganan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut.
Bantuan yang dikirimkan terdiri atas 14 unit dump truk, 4 unit excavator PC 55, dan 3 unit backhoe loader. Seluruh alat berat ini akan difungsikan secara taktis untuk membersihkan material longsor, membuka kembali akses jalan yang terputus, hingga melakukan normalisasi aliran sungai di sejumlah titik terdampak.
Penyerahan bantuan ini merupakan tindak lanjut langsung dari permohonan yang diajukan oleh Haili Yoga kepada Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Aceh dan Sumatera. Pada Selasa , 19 Mei 2026, tim dari Kemendagri telah tiba di Aceh Tengah untuk mengantarkan langsung puluhan alat berat tersebut.
Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, mengungkapkan bahwa kehadiran alat berat ini sangat mendesak dan krusial. Pasalnya, kondisi geografis dan tingginya curah hujan membuat wilayah Aceh Tengah menghadapi ancaman banjir dan longsor hampir setiap hari.
“Kami baru saja selesai menggelar rapat bersama perwakilan dari 42 desa terdampak bencana. Kebutuhan yang paling mendesak di lapangan saat ini memang adalah ketersediaan alat berat untuk membuka akses transportasi dan membersihkan material longsoran,” kata Haili Yoga yang didampingi Wakil Bupati, Muchsin Hasan, Selasa, 19 Mei 2026.
Hingga saat ini, sejumlah kawasan di perbukitan Aceh Tengah dilaporkan masih terisolasi atau mengalami gangguan akses mobilitas. Kondisi cuaca yang belum stabil juga memicu tingginya risiko bencana susulan, terutama bagi warga yang tinggal di lereng perbukitan dan bantaran sungai.
Haili Yoga menyampaikan apresiasi yang mendalam atas respons kilat dari pemerintah pusat terhadap kondisi darurat di daerahnya. Ia menaruh harapan besar agar armada alat berat tersebut dapat terus disiagakan di Aceh Tengah dan tidak ditarik kembali walau masa tanggap darurat nantinya telah selesai.
“Ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah pusat hadir langsung di tengah masyarakat Aceh Tengah,” tegasnya.
Selain memobilisasi 21 unit alat berat, pemerintah pusat melalui Kemendagri juga dipastikan menanggung seluruh biaya operasional, mobilisasi, serta pemeliharaan armada selama proses pemulihan pascabencana berlangsung di lapangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....