Pengabdian Internasional USK–UMT Malaysia Bagi Penyandang Disabilitas

  • 19 Mei 2026 08:12 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Tim pengabdian Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan program “Community Development, melalui Transfer Teknologi Budikdamber Sistem Zero Waste Discharge (ZWD) untuk Ketahanan Pangan Penyandang Disabilitas di Banda Aceh” yang berlangsung sejak April hingga Juli 2026.

Kegiatan yang diketuai oleh Dedi Fazriansyah Putra dan anggota Irwan, ini berfokus pada penguatan kemandirian pangan serta peningkatan keterampilan praktis budidaya ikan dan sayuran bagi penyandang disabilitas di lingkungan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Banda Aceh. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata kelompok rentan sekaligus memperkuat peran USK dalam memberikan dampak sosial yang terukur di tingkat komunitas.

Adapun sebagai bagian dari strategi internasionalisasi, program ini melibatkan kolaborasi dengan mitra luar negeri yaitu Institute of Tropical Aquaculture (AQUATROP) University Malaysia Terengganu (UMT) Malaysia, yang berkontribusi dalam pertukaran pengetahuan dan penguatan pendekatan teknis budikdamber sistem ZWD. Kolaborasi internasional USK–UMT Malaysia menegaskan posisi USK sebagai perguruan tinggi, dengan jejaring global yang aktif dan sejalan dengan semangat Program Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognitions (EQUITY), untuk meningkatkan dampak dan rekognisi internasional universitas.

Dedi merincikan, pengabdian ini dibagi ke dalam beberapa tahapan yang saling berkaitan, yaitu sosialisasi, pelatihan, serta monitoring dan evaluasi (monev). Tahap sosialisasi difokuskan pada pengenalan konsep budikdamber sistem zero waste discharge sebagai teknologi tepat guna yang ramah lingkungan, hemat lahan, dan dapat diaplikasikan di lingkungan sekolah maupun rumah peserta didik. Tahap ini menjadi pintu masuk bagi para peserta untuk memahami bahwa budidaya ikan dalam ember, dapat menjadi alternatif pemenuhan gizi sekaligus peluang ekonomi sederhana.

Program pengabdian tersebut, didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui skema Program Enhancing Quality Education for International University Impacts, and Recognitions (EQUITY) Tahun 2025–2026 Universitas Syiah Kuala. Dukungan pendanaan EQUITY–LPDP ini sejalan dengan kebijakan strategis untuk memperkuat kualitas penelitian dan pengabdian yang berorientasi pada dampak global dan pemeringkatan internasional, termasuk THE Impact Rankings. Dengan kerangka tersebut, program budikdamber bagi penyandang disabilitas di Banda Aceh menjadi contoh konkret bagaimana hibah berbasis dampak mampu melahirkan model community development yang menggabungkan transfer teknologi, kolaborasi internasional, dan pemberdayaan kelompok rentan.

“Dari sisi kebermanfaatan yang lebih luas, program ini secara langsung berkontribusi pada pencapaian beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tanpa kelaparan (SDG 2) melalui peningkatan ketahanan pangan keluarga, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (SDG 8) melalui peluang usaha mikro berbasis budidaya, serta pengurangan kesenjangan (SDG 10) melalui pemberdayaan penyandang disabilitas. Selain itu, implementasi sistem ZWD juga berkaitan dengan konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (SDG 12) dan upaya menjaga ekosistem perairan (SDG 14). Keterkaitan ini sekaligus mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas, seperti keterlibatan mitra global, kegiatan mahasiswa dan dosen di luar kampus, serta kontribusi nyata perguruan tinggi terhadap masyarakat,” jelasnya kepada RRI, pada Selasa, 19 Mei 2026.

Melalui rangkaian kegiatan ini, USK bersama UMT Malaysia, SLB Negeri Banda Aceh, dan dukungan EQUITY–LPDP menunjukkan bahwa kolaborasi lintas negara dan lintas institusi dapat diterjemahkan menjadi program pengabdian yang konkret, relevan, dan berkelanjutan. Ke depan, model community development berbasis teknologi budikdamber sistem ZWD ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai wilayah lain, sehingga dampak positifnya terhadap ketahanan pangan dan pemberdayaan penyandang disabilitas semakin luas dan kuat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....